Foto Sampo Tay Jin 1

aroengbinang.com - Sam Po Tayjin dengan pakaian kebesarannya. Laksamana Cheng Ho dihormati oleh masyarakat keturunan Tionghoa karena di setiap misinya ia tidak mengutamakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, namun lebih menyukai cara diplomasi untuk menyebarkan pengaruh Kekaisaran Dinasti Ming. Jika terpaksa, barulah Laksamana Cheng Ho mengerahkan kekuatan militernya, seperti pada waktu menumpas Bajak Laut di Sri Lanka, atau bertempur melawan armada laut di Timur Tengah dan Afrika karena mengancam armadanya.

kelenteng sam po tayjin tangerang

Altar bagi Kongco Kwan Tek Kun, atau Kwan Seng Tek Kun, yang lebih terkenal dengan sebutan Kwan Kong, panglima perang masyhur di jaman Sam Kok (Tiga Negara). Di sebelah kanannya adalah altar Ci Kung, yang dipercayai sebagai titisan Lohan Penakluk Naga bertubuh emas. Patung Kwan Kong sepertinya selalu ada di setiap kelenteng, sama halnya dengan patung Dewa Bumi dan Kwan Im. Kwan Kong dipuja karena keteladanan sifatnya yang gagah berani, setia, dan ksatria.

kelenteng sam po tayjin tangerang

Di kelenteng ini juga ada altar sembahyang untuk Tu Tie Kung atau Dewa Bumi lokal yang tatarannya lebih rendah dibanding Hok Tek Ceng Sin dan dewa-dewi lainnya, karenanya diletakkan di lantai di bawah altar Sampo Tay Jin.

kelenteng sam po tayjin tangerang

Salah satu yang menarik di kelenteng ini adalah adanya sejumlah keris keramat yang diletakkan di bawah patung Sampo Tay Jin, dengan tulisan “Adipati”, dan dijaga seekor harimau berwarna keemasan serta sebuah patung putih berjambul mirip Semar.

kelenteng sam po tayjin tangerang

Sebuah hiolo berwarna tembaga dengan relief raksasa bertandung berwajah bengis dan rambut berkibar, sementara di kiri kanannya terdapat ornamen naga berwarna keemasan. Rupang Sam Po Tayjin tampak di latar belakang.

kelenteng sam po tayjin tangerang