Foto Museum Tanjungpandan 7

Salim Yah dan Junai di ruangan pojok Museum Tanjungpandan. Ruang ini penataannya apik, berpendingin ruangan, dan memiliki pencahayaan yang baik, ditata secara lebih profesional dan bercita rasa dibandingkan dengan ruangan lain di Museum Tanjungpandan. Di belakangnya terdapat poster-poster apik serta instalasi keramik yang menceritakan penemuan harta terpendam di perairan Belitung yang bernilai puluhan juta dollar.

museum tanjungpandan belitung

Sebagian gerabah yang diangkat dari kapal yang karam di perairan sekitar Belitung. Setidaknya ada 7 kapal karam di perairan Indonesia bagian Barat pada abad XVII – XX, yaitu Diana (Inggris), Tek Sing dan Turiang (Cina), Nassau dan Geldennalsen (Belanda), Don Duarte de Guerra (Portugis), dan kapal Ashigara (Jepang).

museum tanjungpandan belitung

Pecahan gerabah serta poster besar di atasnya yang menceritakan riwayat penemuan harta karun kapal yang tenggelam di wilayah Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Harta karun yang ditemukan di perairan Batu Hitam di pantai Barat Pulau Belitung dikenal sebagai Batu Hitam shipwreck, atau Belitung shipwreck, dan karena berisi batangan emas dan keramik dari jaman Wangsa Tang, maka juga disebut Tang shipwreck.

museum tanjungpandan belitung

©2020 aroengBinang