Foto Museum Sulawesi Utara 2

Anyaman rotan pada kursi yang digunakan Walanda Maramis. Setiap 1 Desember, masyarakat Minahasa memperingati Hari Ibu Maria Walanda Maramis, pejuang kemajuan dan emansipasi perempuan di dunia politik dan pendidikan yang menjadi salah satu perempuan teladan Minahasa. Patung Walanda Maramis didirikan di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Koleksi museum yang disebut "Meja 14 Februari 1947", sebuah meja yang digunakan oleh para pahlawan nasional ketika membicarakan rencana aksi yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado. Peristiwa ini merupakan gerak militer dari pasukan KNIL kompi VII dibawah pimpinan Ch. Taulu yang berhasil merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Manado, Tomohon, dan Minahasa. Sekitar 600 orang pasukan Belanda dan pejabat tinggi berhasil ditawan.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Patung dada beberapa tokoh pahlawan yang diletakkan di sebuah lorong penghubung di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara. Mereka adalah Letkol CH.CH. (Charles Choes ) Taulu, seorang tokoh pejuang Minahasa yang berperan penting dalam peristiwa Merah Putih pada 14 Februari 1946, dimana para pejuang kemerdekaan berhasil melucuti tentara Belanda di Minahasa; Letkol Lembong; Robert Walter Monginsidi; Mayor Daan Mogot dan Lettu CZI Pierre A. Tendean.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Sebuah instalasi yang memperlihatkan suasana pantai, dengan perahu Londe dan sebuah gubug sederhana. Londe adalah perahu bercadik ramping masyarakat Sangihe, yang selain dikayuh dengan dayung biasanya juga ada layarnya.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

Koleksi museum berupa alat musik klarinet asal Minahasa yang biasa digunakan pada upacara penjemputan tamu atau pada upacara perkawinan tradisional.

museum negeri provinsi sulawesi utara manado

©2020 aroengBinang