Foto Museum Paseban 9

aroengbinang.com - Segera setelah tiba di rumah target, pasukan penculik segera menyebar sesuai rencana. Regu 1 yang bertugas menculik Brigjen Soetojo S masuk dari arah depan dan belakang rumah. Karena mendengar suara gaduh, Brigjen Soetojo S terbanguan dan menanyakan identitas mereka dari dalam rumah dan dijawab bahwa mereka tamu dari Malang, lalu mengatakan lagi bahwa mereka hansip dari Hotel Indonesia. Sebagian penculi lewat pintu samping masuk ke dalam garasi dan memaksa pembantu rumah untuk menyerahkan kunci ruang tengah.

Selanjutnya mereka menggedor kamar tidur dan mendesak dengan keras agar pintu kamar dibuka. Ketika Brigjen Soetojo S membukakan pintu, 2 orang penculik yaitu Serda Sudibyo dan Pratu Sumardi masuk dan menyampaikan perintah kepada Brigjen Soetojo S untuk segera menghadap presiden. Kedua penculik segera mengapit Brigjen Soetojo S dan membawanya keluar rumah untuk dinaikkan ke dalam kendaraan dan selanjutnya dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan Mayor Taruna PA Tendean (duduk paling kanan) yang pernah mengikuti operasi penumpasan PRRI di Sumatera Barat sebagai anggota zeni tempur.

museum paseban monumen pancasila sakti

Diorama penculikan Letnan Satu CZI PA Tendean yang terjadi pada 1 Oktober 1965 dinihari di rumah Jenderal AH Nasution. Ketika mendengar suara letusan senjata, PA Tendean, ajudan Jenderal AH Nasution yang pada saat itu tidur di paviliun, terbangun dan langsung keluar dengan mengenakan celana hijau, jaket coklat dan membawa senjata garand. Namun begitu sampai di halaman rumah ia langsung disergap dan dilucuti senjatanya oleh pasukan penculik karena dikira sebagai Jenderal AH Nasution.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi Lettu CZI PA Tendean. Pada dinihari tanggal 1 Oktober 1965 itu, pasukan penculik bertanya kepada para penjaga yang sudah dilucuti tentang kebenaran bahwa mereka telah menangkap Jenderal AH Nasution, namun tidak ada yang menjawab. Setelah melihat Lettu CZI PA Tendean, pemimpin penculik, Pelda Djahurup, merasa yakin bahwa yang ditangkap adalah jenderal AH Nasution dan meniup peluit tanda berkumpul. Lettu CZI PA Tendean digiring dengan tangan terikat ke belakang dan didorong dengan todongan senapan laras panjang untuk masuk ke dalam kendaraan dan dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi ini adalah Ajun Inspektur Polisi Tingkat I KS Tubun yang tewas pada 1 Oktober 1965 dinihari oleh tembakan pasukan penculik yang sedianya menculik Jenderal AH Nasution.

museum paseban monumen pancasila sakti