Foto Museum Paseban 6

aroengbinang.com - Diorama penculikan Deputi II Menteri/Panglima Angkatan Darat Mayjen R Soeprapto yang dilakukan di rumahnya di Jl Besuki No 19, Jakarta Pusat. Pasukan penculik berkekuatan 2 regu, yang masing-masing dipimpin oleh Serka Sulaiman dan Serda Sukiman. Pasukan ini merupakan bagian dari Pasukan Pasopati yang bertugas menculik para jenderal Angkatan Darat dibawah pimpinan Lettu Dul Arief yang juga ikut berada di dalam pasukan penculik Mayjen R Soeprapto.

Ketika penculik membuka pintu pagar, Mayjen Soeprapto belum tidur karena sedang sakit gigi dan ia menanyakan siapa di luar, dijawab bahwa mereka anggota pasukan Cakrabirawa. Tanpa curiga Mayjen R Soeprapto membuka pintu rumah, dan Serka Sulaiman pun mengatakan bahwa Mayjen R Soeprapto diperintahkan untuk segera menghadap presiden, yang disanggupi dan akan mengganti pakaian dahulu. Namun para penculik tidak mengijinkan dan Mayjen R Soeprapto dipaksa untuk berjalan keluar, lalu memaksanya naik ke salah satu truk yang sudah menunggu untuk selanjutnya dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi Mayjen MT Haryono beserta keluarganya. Saat peristiwa G30S/PKI, MT Haryono menjabat sebagai Deputi III Men/Pangad dan ia sangat menentang rencana PKI untuk menasakomkan ABRI dan menentang rencana PKI untuk membentuk Angkatan ke-V. Karenanya ia menjadi target yang harus dlenyapkan.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan ketika dilakukan rekonstruksi penculikan Mayjen MT Haryono. Operasi penculika dilakukan pada 1 Oktober 1965 dinihari, dipimpin Serka Bungkus dari Resimen Cakrabirawa berkekuatan 3 regu dari Batalyon 530/Brawijaya. Pada pukul 03.30 para penculik berangkat dari Lubang Buaya menuju rumah MT Haryono di Jl Prambanan No 8, Jakarta.

museum paseban monumen pancasila sakti

Diorama yang menggambarkan penculikan Mayjen MT Haryono. Setiba di rumah sasaran, pemimpin penculikan mengetuk pintu rumah yang dibuka oleh isteri Mayjen MT Haryono. Serka Bungkus mengatakan bahwa Mayjen MT Haryono diperintahkan untuk segera menghadap presiden, namun melaui isterinya ia menolak dan meminta mereka kembali lagi pada pukul 08.00, namun pimpinan penculik tetap memaksa. Setelah mendengar jawaban dari para penculik melalui isterinya, Mayjen MT Haryono mulai merasa curiga, dan menyuruh isteri serta anak-anaknya pindah ke kamar sebelah.

museum paseban monumen pancasila sakti

Diorama penculikan Mayjen MT Haryono dengan sudut pandang sedikit berbeda. Para penculik yang marah berteriak agar Mayjen MT Haryono keluar dari rumah, dan akhirnya mereka mendobrak dan menembaki pintu kamar hingga terbuka, dan dalam keadaan kamar yang gelap para penculik masuk ke dalam kamar dalam dengan senjata siap tembak.

Salah seorang penculik kemudian membakar surat kabar untuk menerangi kamar, saat itulah Mayjen MT Haryono berusaha merebut senjata salah satu penculik namun gagal, bahkan ia ditikam dengan sangkur oleh penculik lainnya. Tembakan Serka Bungkus akhirnya menewaskan Mayjen MT Haryono. Jenazah kemudian dilemparkan ke dalam truk dan dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti