Foto Museum Paseban 5

aroengbinang.com - Diorama yang menggambarkan ketika Letjen A Yani ditembak oleh penculik di rumahnya. Pasukan yang bertugas untuk menculik A Yani dipimpin oleh Peltu Mukidjan berkekuatan 1 peleton Brigif 1 Kodam V/Jaya, 1 peleton Batalyon 454/Diponegoro, 1 regu Cakrabirawa, 1 peleton Batalyon 540/Brawijaya, 1 regu Pasukan Gerak Cepat, dan 2 regu sukarelawan. Mereka berangkat dengan menggunakan dua buah truk dan dua buah bus.

museum paseban monumen pancasila sakti

Diorama yang sama dengan sudut pandang sedikit berbeda. Di rumah Letjen A Yani di Jl Lembang D58 Jakarta, pasukan penculik melucuti regu penjaga, dan mengetuk pintu rumah yang dibukakan oleh putra Letjen A Yani bernama Edi yang saat itu berumur 7 tahun. Pimpinan pasukan kemudian menyuruh Edi untuk membangunkan ayahnya dan memberitahunya bahwa ada utusan presiden yang memerintahkan untuk datang ke istana.

Masih dengan mengenakan piyama, A Yani menemui para penculik. Sersan Raswad mengatakan bahwa Letjen A Yani diperintahkan segera menghadap presiden. Letjen A Yani menyanggupi dan akan mandi lebih dulu. Namun ketika Letjen A Yani membalikkan badan, Praka Dokrin mengatakan tidak perlu yang menimbulkan kemarahan A Yani dan langsung menamparnya.

Selanjutnya Letjen A Yani kembali ke dalam rumah dan menutup pintu. Saat itulah Sersan Raswad memerintahkan Kopda Gijadi yang berdiri di samping Praka Dokrin untuk menembak Letjen A Yani dengan senapan Thomson hingga tewas. Jenazah diseret oleh Praka Wagimin dan dilemparkan ke dalam salah satu truk untuk selanjutnya dibawa ke Lubang Buaya.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dokumentasi yang memperlihatkan Letjen A Yani dalam sebuah kunjungan di luar negeri. Ahmad Yani dikenal dekat dengan Presiden Soekarno, dan bahkan pernah disebut-sebut sebagai pengganti yang dipilih olehnya. Sikapnya yang tegas dalam menentang usulan PKI untuk membentuk Angkatan V menjadikannya salah target utama gerakan G30S/PKI.

museum paseban monumen pancasila sakti

Foto dari jaman penjajahan Jepang yang memperlihatkan Shodantyo Ahmad Yani berdiri di tengah, dan di sebelah kirinya adalah Shodantyo Sarwo Edhi Wibowo.

museum paseban monumen pancasila sakti

Dokumentasi foto di Museum Paseban yang memperlihatkan suasana akrab saat Mayjen R Soeprapto menerima seorang tamu dari luar negeri.

museum paseban monumen pancasila sakti