Foto Museum Paseban 2

aroengbinang.com - Foto dokumentasi yang memperlihatkan kondisi sumur maut setelah pengangkatan jenazah. Ketika dimasukkan ke dalam sumur maut tua itu, jenazah Mayjen R Soeprapto dan Mayjen S Parman diikat menjadi satu.

museum paseban monumen pancasila sakti

Diorama yang menggambarkan keadaan ketika dilakukan operasi pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma pada tanggal 2 Oktober 1965, sebagai bagian dari operasi penumpasan pemberontakan G30S/PKI. Operasi ini bertujuan untuk membebaskan pangkalan udara dari tangan pemberontak, serta mencari lokasi disembunyikannya para perwira TNI AD yang diculik.

museum paseban monumen pancasila sakti

Sudut pandang lainnya pada diorama Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma Jakarta. Pada pukul 01.00 tanggal 2 Oktober 1965, Pangkostrad mengeluarkan perintah untuk segera mengamankan Lanuma Halimperdanakusuma, karena diduga kekuatan G30S/PKI dari Batalyon 454/Diponegoro, 1kompi Batalyon 530/Brawijaya, dan kesatuan Brigif 1 Kodam V/Jaya berpusat di sana. Pasukan yang diberi tugas adalah dari Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dibawah pimpinan Kolonel Inf Sarwo Edhi Wibowo yang bermarkas di Cijantung. Pasukan itu diperkuat dengan 1 Batalyon 328/Siliwangi, 1 kompi tank dan 1 kompi panser Batalyon Kavaleri I. Pasukan diperintahkan untuk menghindari pertumpahan darah, pengrusakan pesawat dan aset negara lainnya yang berada di sekitar pangkalan.

museum paseban monumen pancasila sakti

Pandangan lainnya pada diorama Pengamanan Lanuma Halim Perdanakusuma. Pada pukul 03.00 tanggal 2 Oktober 1965, pasukan mulai bergerak dari Markas Kostrad di Jl Merdeka Timur melalui Patung Pak Tani ke arah Senen, lalu Jatinegara, Klender, dan selanjutnya menuju Halim PK.

Pasukan tiba di lokasi pada pukul 06.00 dan terjadilah tembak menembak yang membawa korban tewas 2 orang anggota TNI AU, yaitu Sertu Supardi dan Pratu Toegimin di Depo Perminyakan. Pertempuran lebih besar bisa dihindari setelah terjadi komunikasi antara pimpinan RPKAD, Lanuma Halim PK dan Batalyon 454/Diponegoro. Tembak menembak bisa dihentikan atas jasa Komodor Dewanto dan Kapten Udara Kundimang.

Pasukan RPKAD akhirnya menguasai hanggar Skuadron 31/Angkut Berat, hanggar Skuadron 3/Angkut Sedang, hanggar Skuadron 17/VIP, Menara, dan fasilitas pangkalan lainnya. Pasukan pemberontak akhirnya dibubarkan oleh komandan masing-masing dan melarikan diri keluar dari Halim PK. Pada pukul 06.10 Pasukan RPKAD dan pasukan pendukung berhasil mengamankan Lanuma Halim PK dari tangan pasukan G30S/PKI.

museum paseban monumen pancasila sakti

Tulisan pada akrilik yang dipasang pada salah satu dinding Museum Paseban, merupakan cuplikan pidato Jenderal AH Nasution pada upacara pemberangkatan Jenazah Tujuh Pahlawan Revolusi di MBAD, pada tanggal 5 Oktober 1965.

museum paseban monumen pancasila sakti