Foto Museum Nasional 12

Keramik dinding dengan lukisan klasik sangat indah, yang merupakan salah satu koleksi Museum Nasional Jakarta. Lukisan itu menggambarkan sebuah danau atau kolam luas, yang lokasinya di bawah perbukitan yang agak gundul. Di tepi danau hanya ada tiga orang yang tengah mengerjakan sesuatu di sana.

museum nasional indonesia jakarta pusat

Sebuah tengkorak dikelilingi batuan kecil dengan tulisan Pythecanthropus berwarna keemasan di bawahnya. Pithecanthropus erectus adalah makhluk mirip manusia yang fosil tengkoraknya ditemukan di Trinil pada 1891 oleh tim yang dipimpin Eugene Dubois. Belakangan namanya diganti menjadi Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) sebagai Homo erectus yang pertama kali ditemukan.

museum nasional indonesia jakarta pusat

Patung Ganesaha lainnya yang masih berada di sekitar selasar Museum Nasional. Patung ini terlihat jauh lebih langsing dan gagah ketimbang patung Ganesha pada umumnya. Posisi punggungnya tegak, dan matanya tajam memandang ke arah depan. Dalam kitab Brahmawaiwartapurana disebutkan bahwa Parwati, istri Siwa, memperlihatkan bayinya yang baru lahir kepada para dewa. Namun Dewa Sani yang memiliki mata terkutuk memandang kepala si bayi sehinggaterbakar menjadi abu. Dewa Wisnulalu menggantinya dengan kepala gajah.

museum nasional indonesia jakarta pusat

Sepasang meriam lapangan kuno dan patung gajah di halaman depan Museum Nasional yang tampak hijau dan asri. Pada 1862 pemerintah Hindia Belanda mendirikan gedung ini yang baru dibuka untuk umum tahun 1868. Pada 17 September 1962, Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah RI.

museum nasional indonesia jakarta pusat

Patung gajah terbuat dari perunggu yang diberikan oleh Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand ketika ia berkunjung ke museum ini pada 1871. Patung itulah yang membuat Museum Nasional Republik Indonesia, nama resmi museum sejak 28 Mei 1979, juga dikenal dengan nama Museum Gajah.

museum nasional indonesia jakarta pusat

Pandangan jarak dekat yang memperlihatkan guratan relief dan ornaman yang elok pada salah satu dari dua meriam kuno yang ada di halaman Museum Nasional. Pertempuran memakai meriam terjadi pada 28 Januari 1132, ketika Han Shizhong Jenderal Dinasti Song merebut sebuah kota di Fujian. Meriam genggam digunakan Mesir melawan serangan Mongol pada pertempuran Ain Jalut tahun 1260.

museum nasional indonesia jakarta pusat

©2020 aroengBinang