Foto Museum Joang ’45 6

aroengbinang.com - Seorang pengunjung tampak tengah membaca keterangan pada patung dada yang berada di bagian depan bangunan tempat penyimpanan mobil kepresidenan pertama dan bersejarah itu.

museum joang 45 jakarta pusat

Teras depan Museum Joang '45 Jakarta yang memperlihatkan tempat duduk dan meja petugas yang terasa kurang pas karena memunggungi patung Bung Karno serta merusak pemandangan. Semoga sudah ada pengaturan yang lebih elegan bagi tempat petugas itu.

museum joang 45 jakarta pusat

Di sebelah kiri ada relief lambang bintang dan angka 1945-1949, serta tulisan "Kita meninggalkan museum ini tetapi sebenarnya tidak. Karena sejarah itu berlangsung terus sejalan dengan penghidupan dan kehidupan manusia, khususnya bagi kita generasi pejuang '45, Bangsa Indonesia dan Bangsa-Bangsa di Dunia pada umumnya". Di tengah ada relief yang menggambarkan semangat berkorban dari para pejuang kemerdekaan.

museum joang 45 jakarta pusat

Sajak karya Trisnoyuwono dalam Pagar Kawat Berduri "Peluru-peluru menembus tubuhnya, satu-satu muncu yang akrab baginya, lalu berhamburan dan tinggal warna putih, putih yang paling putih, dan sebelum nyawanya pergi, sepersekian detik ia mendengar, Lagu Indonesia Raya".

museum joang 45 jakarta pusat

Semboyan "Merdeka atau Mati" merupakan salah satu semboyan hebat yang mampu membakar semangat para pejuang untuk bertempur melawan pasukan penjajah meski hanya berbekal senjata rampasan dan peralatan tempur seadanya.

museum joang 45 jakarta pusat

Setelah berkeliling melihat koleksi Museum Joang ’45, pengunjung bisa beristirahat sejenak sambil menikmati minuman dan makanan ringan di Kantin Joang yang berada di samping kanan museum.

museum joang 45 jakarta pusat

Selain minuman dingin dan minuman panas tersedia pula makanan ringan yang bisa dipakai untuk mengganjal perut jika sudah kelaparan.

museum joang 45 jakarta pusat