Foto Museum Joang ’45 2

Poster-poster yang menceritakan kisah seputar tokoh yang tergabung dalam Kelompok Menteng 31 dan riwayat beberapa orang diantara mereka, seperti Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Sukarni, dan Adam Malik.

museum joang 45 jakarta pusat

Masuk ke dalam ruangan Museum Joang ’45 akan terlihat sebuah area dengan beberapa baris kursi menghadap layar yang memutar pertunjukan film tentang peristiwa bersejarah di sekitar hari-hari proklamasi kemerdekaan, dan peran yang dimainkan oleh kelompok Pemoeda Menteng 31. Salinan videonya bisa dibeli oleh pengunjung.

museum joang 45 jakarta pusat

Foto Tan Malaka saat sedang membuka buku GERPOLEK (Gerilya, Politik, dan Ekonomi) pada bulan Oktober 1948 di Yogyakarta. Gerpolek ditulis Tan Malaka ketika ia meringkuk di penjara Madiun pada 1948 dengan hanya mengandalkan pengetahuan, ingatan, dan semangat, tanpa dukungan informasi kepustakaan.

museum joang 45 jakarta pusat

Foto Tan Malaka bersama tokoh proklamasi Soekarni dan Ibu Mangunsarkoro. Tak ada keterangan waktu dan tempat kapan foto ini diambil. Adalah Sukarni yang mengusulkan agar Bung Karno dan Bung Hatta saja yang menandatangani teks Proklamasi, atas nama bangsa Indonesia.

museum joang 45 jakarta pusat

Foto Tan Malaka lainnya yang diambil pada bulan Oktober 1948 di Yogyakarta. Gerpolek dan Madilog (Materialisem, Dialektika, Logika) merupakan karya penting Tan Malaka semasa hidupnya. Pada Februari 1949, Tan Malaka hilang mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangannya bersama Gerilya Pembela Proklamasi di Pethok, Kediri. Belakangan diketahui bahwa Tan Malaka ditembak mati pasukan TNI di lereng Gunung Wilis pada 21 Februari 1949. Pada 28 Maret 1963 Presiden Soekarno menetapkan Tan Malaka sebagai pahlawan kemerdekaan Nasional.

museum joang 45 jakarta pusat

©2020 aroengBinang