Foto Museum Batik Danar Hadi 2

Bekerja dengan peralatan batik cap juga memerlukan keahlian, ketelitian, kesabaran, namun juga kecepatan. Kesalahan kecil juga bisa berakibat fatal dan bisa membuang waktu yang telah dihabiskan sebelumnya. Batik cap relatif lebih cepat dibuat, dengan presisi garis yang lebih tinggi dibanding cara tradisional.

Museum Batik Danar Hadi Solo

Bengkel kerja batik cap yang semua pekerjanya laki-laki. Hawa panas yang disebabkan oleh nyala kompor untuk memanaskan malam, membuat sebagian besar pekerja membuka pakaian atau melintingnya ke atas.

Museum Batik Danar Hadi Solo

Di pojok ruangan bengkel kerja ini terdapat bagian yang melakukan proses medel, yaitu mencelupkan kain yang sudah dibatik ke cairan pewarna secara berulang-ulang sampai mendapatkan warna yang dikehendaki.

Museum Batik Danar Hadi Solo

Seorang pekerja tampak sedang menyalin sebuah pola batik pada kain dengan menggunakan pensil yang disambung karena sudah pendek. Setelah selesai disalin polanya, barulah canting bekerja untuk menempelkan malam pada garis pola.

Museum Batik Danar Hadi Solo

Seingat saya, pria berbaju putih yang terlihat berada di ruangan di balik kaca itu adalah pemilik Rumah Batik Danar Hadi.

Museum Batik Danar Hadi Solo
©2020 aroengBinang