Foto Museum Bank Indonesia 16

aroengbinang.com - Uang logam kuningan bernilai 4 Gantang Bras, diameter 3,2 cm, tebal 1,2 mm. Pada bgian depan bertuliskan "Gantang Bras", dan di bagian belakang "De Guigne Freres", "Sumatra", dan "Deli" di lingkaran tengah.

museum bank indonesia jakarta

Prasasti yang menandai peresmian pendahuluan Museum Bank Indonesia oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, yang dilakukan pada 15 Desember 2006. Saat itu ruangan dalam masih sangat sederhana, hanya panel-panel papan yang ditempeli poster.

museum bank indonesia jakarta

Uang logam tembaga nominal 25 cents, diameter 3 cm, tebal 0,9 mm, dengan tulisan "Soengy Diskie Estate Twenty Five Cents" di bagian depan, dan di bagian belakang ada tulisan dengan huruf China.

museum bank indonesia jakarta

Pandangan dekat pada salah satu bagian lukisan kaca patri dengan garis-garis lengkung yang membentuk komposisi indah. Permukaan kaca sengaja dibuat tak rata untuk menciptakan dimensi bias warna elok.

museum bank indonesia jakarta

Baris kaca patri lainnya yang memperlihatkan figur orang yang tengah melakukan berbagai kegiatan berdasar profesinya. Dalam proses pembuatannya, kaca cair berwarna dari pemanasan pasir silika pada suhu 1375 derajad Celcius dituang ke nampan besi dan dututup dengan cetakan dengan permukaan tak rata setelah agak keras.

museum bank indonesia jakarta

Baris kaca patri lainnya yang memperlihatkan kegiatan produktif manusia, termasuk bertani dan memelihara ternak. Pada baris yang lain ada pula lukisan wanita sedang membatik.

museum bank indonesia jakarta

Sebuah poster yang menceritakan kondisi perbankan pada jaman Hindia Belanda. Perang Jawa (disebut juga Perang Diponegero) yang membuat Belanda nyaris bangkrut menyebabkan Johannes van den Bosch menerapkan Tanam Paksa (1830 - 1870) yang sangat menyengsarakan rakyat. Kisah penderitaan rakyat yang diangkat dalam novel Max Havelaar karya Multatuli melahirkan Politik Etis menyusul kemarahan politikus dan rakyat Belanda pada pemerintah Hindia Belanda. Banak-bank perkreditan didirikan untuk mendorong perekonomian rakyat.

museum bank indonesia jakarta

Pada 1958 masalah keamanan telah menyedot uang pemerintah dalam jumlah besar, menelan hampir separuh pengeluaran pemerintah. Pemerintah tak punya pilihan selain mengambil uang muka dari Bank Indonesia yang kemudian mencetak uang lebih banyak dan berakibat pada melonjaknya angka inflasi.

museum bank indonesia jakarta