Foto Museum Balla Lompoa 1

Sebagian perhiasan emas koleksi Museum Balla Lompoa Gowa yang sangat mengesankan. Selain kalung dan giwang yang elok, ada pulau hiasan lengan bergambar kepala naga, serta bandul kalung yang dihias aksara dan ornamen yang memikat. Koleksi benda berharga itu diletakkan di atas kain beludru merah dan dalam kotak kaca tertutup.

museum balla lompoa gowa

Paling kiri adalah Sudanga berbentuk kelewang sebagai salah satu atribut raja yang dipakai dalam upacara pelantikan raja, dengan panjang 72 cm, lebar 4 cm, daun 9 cm. Benda ini dibawa oleh Karaeng Bayo, suami Tumanurunga, saudara dari Lakipadada. Di tengah adalah Tatarapang, sejenis keris bersarung emas bertahtakan permata yang dipakai dalam upacara kerajaan, dengan berat 986,5 gram, panjang 51 cm, dan lebar 13 cm, pemberian dari Raden Patah Raja Demak abad ke-16 sebagai tanda persahabatan. Paling kanan adalah Lasippo, sejenis parang yang digunakan raja sebagai pertanda ketika akan mendatangi suatu tempat, dengan panjang 62 cm dan lebar 6 cm.

museum balla lompoa gowa

Tampak depan rumah panggung Museum Balla Lompoa. Rumah panggung yang ditempati Museum Balla Lompoa ini pada mulanya ada sebuah istana kerajaan, yang dibangun pada tahun 1936 oleh Raja Gowa XXXI, bernama Mangngi-mangngi Daeng Matutu, dengan gaya bangunan berarsitektur Makassar yang khas.

museum balla lompoa gowa

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.