Foto Monumen Perjuangan Rakyat 2

Bagian relief lain yang memperlihatkan politik Devide et Impera Belanda pada Perundingan Linggarjati, yang diselenggarakan di Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan. Perundingan Linggarjati yang dimulai pada 11 November 1946 itu menghasilkan 17 pasal, yang dianggap sangat melemahkan posisi Indonesia, diantaranya: Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura; Belanda harus meninggalkan wilayah RI selambatnya 1 Januari 1949; Belanda dan Indonesia membentuk RIS; Indonesia harus tergabung dalam Persemakmuran Indonesia – Belanda dengan penguasa Belanda sebagai kepala uni.
Hasil perundingan Linggarjati ditandatangani di Istana Merdeka Jakarta pada 15 November 1946 dan diratifikasi pada 25 Maret 1947. Namun pada 20 Juli 1947, Gubernur Jenderal H.J. van Mook menyatakan tidak terikat dengan perjanjian ini, dan 21 Juli 1947 terjadi Agresi Militer I.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Relief yang berada di sayap kiri kanan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, diantaranya memperlihatkan Sakola Istri, sekolah perempuan pertama se-Hindia Belanda yang didirikan pada 16 Januari 1904 oleh Dewi Sartika. Sakola Istri dimulai dengan tiga orang guru (Dewi Sartika, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid) serta 20 orang murid, dengan menggunakan ruangan pendopo Kabupaten Bandung. Dewi Sartika adalah tokoh perintis pendidikan kaum perempuan, lahir di Bandung 4 Desember 1884 dan meninggal di Tasikmalaya 11 September 1947. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pada 1966. Juga terlihat relief Sumpah Pemuda 1928, serta tulisan “Indonesia Menggoegat” yang diambil dari judul pidato pembelaan Sukarno di Gedung Pengadilan Distrik Bandung di jaman kolonial, yang sekarang menjadi Gedung Indonesia Menggugat.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Dua gadis remaja pelajar sekolam menengah atas tampak tengah berjalan di pelatar tengah Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tingginya monumen bisa diperbandingkan dengan tinggi kedua remaja itu.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Salah satu diorama yang memperlihatkan ketika Bung Karno berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika, diselenggaralan pada 18 – 24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, yang dihadiri 29 negara.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Diorama yang memperlihatkan peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946. Dalam peristiwa tujuh jam itu sekitar 200.000 penduduk Bandung Selatan membakar rumah dan bangunan-bangunan penting di sekitar rel kereta api, dari mulai Ujung Berung sampai ke daerah Cimahi. Aksi bumi hangus ini dilakukan agar tentara Sekutu dan NICA tidak bisa menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer dalam perang melawan Republik Indonesia.

monumen perjuangan rakyat jawa barat

©2020 aroengBinang