Foto Monumen Irian Barat 6

Piagam Penyerahan Kedaulatan sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar pada 27 Desember 1949 dimana "Kerajaan Nederland menyerahkan kedaulatan atas Indonesia yang sepenuhnya kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat lagi dan tidak dapat dicabut. Maka status quo dari keresidenan Irian Barat tetap berlaku seraya ditentukan bahwa dalam waktu setahun sesudah tanggal penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia".

monumen pembebasan irian barat

Penggalan kalimat yang disampaikan oleh Muhammad Yamin di Gedung Pemuda pada tanggal 12 Agustus 1955, "Di Pantai Pasifik di ujung Nusantara, membujur Irian meringkuk dijajah, menjadi koloni Belanda serakah, melanggar janji azas manusia, Irian Pusaka Indonesia, rekyat berjuang menyatukan bangsa, rakyat bertempur menggabungkan nusa, tujuh Mandala bebas Merdeka, demi amanat Proklamasi bahagia Irian daulat Indonesia."

monumen pembebasan irian barat

Penggalan kalimat yang diucapkan oleh Zainal Abidin Syah, Gubernur Irian Barat pada tanggal 10 November 1956, “Kita semuanya mengetahui kemerdekaan tanah air kita belum sempurna. Irian Barat sebagian wilayah dari tanah air kita masih dijajah. Di sana masih menetap penjajah imperialisme Belanda, sehingga sebagian dari saudara-saudara bangsa kita di sana masih berada dalam ranta belenggu penjajah.”

monumen pembebasan irian barat

Salinan Deklarasi Djuanda yang dibuat pada 13 Desember 1957, yang berbunyi “Segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk Negara Indonesia dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Indonesia dan dengan demikian bagian dari perairan pedalam atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Indonesia.”

monumen pembebasan irian barat

Penggalan kalimat yang diucapkan oleh Jenderal AH Nasution yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, di Cibogo, Bogor, pada tanggal 13 April 1961, “Kita sudah berada di titik yang tidak akan kembali lagi, “point of no return”. Kita maju terus pantang mundur sampai Irian Barat kembali ke tangan kita.”

monumen pembebasan irian barat

©2020 aroengBinang