Foto Masjid Al Wustho Mangkunegaran 1

Simetri ruang utama Masjid Al Wustho Mangkunegaran yang berukuran 24 x 22 m, memperlihatkan empat sakaguru dan 12 sakarawa dengan warna dominan hijau, warna keemasan pada ornamen dan kaligrafi.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

Ukiran kaligrafi indah pada saka guru Masjid Al Wustho Mangkunegaran. Meskipun secara umum masjid ini terkesan sederhana, namun terawat dan bersih.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

Ruang utama Masjid Al Wustho Mangkunegaran yang memperlihatkan keelokan jajaran empat sakaguru dan 12 sakarawa (penyangga pembantu) yang juga menjadi ciri khas masjid di Jawa. Warna dominan adalah hijau dengan warna keemasan pada ornamen. Kaligrafi Arab menghiasi bagian bawah sakaguru.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

Mimbar kayu dengan ukiran penuh sepanjang bidangnya. Motif ukiran kebanyakan daun, bunga, dan suluran. Tak terlihat ada ukiran binatang atau benda tertentu.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

Pandangan pojok Masjid Al Wustho Mangkunegaran yang memperlihatkan atap masjid yang berbentuk tajug tumpang tiga dengan mustaka di puncaknya, khas Jawa, hasil rancangan ulang Herman Thomas Karsten, seorang arsitek Belanda, ketika dilakukan renovasi besar-besaran pada masjid ini atas prakarsa Mangkunegara VII. Menempel pada dinding serambi yang ditopang 18 tiang adalah tengara yang ditulis dalam huruf dan bahasa Arab serta di sebelahnya dalam bahasa dan aksara Jawa.

Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

Momen saat seorang ibu penjual sayur keliling tengah mendorong kereta dagangannya melintas di depan gerbang pertama Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo. Gerbang paduraksa ini dibuat pada 1917-1918, berhiaskan relief kaligrafi Arab.
Masjid Al Wustho Mangkunegaran Solo

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.