Foto Makam Yosodipuro

Undakan pendek menuju ke dalaman kompleks Makam R.Ng. Yosodipuro Pengging Boyolali. Pada pintu terdapat relief simbol berwarna keemasan berbentuk bulat dengan puncak seperti mercu suar dengan tiga dek pengamatan. Kedua simbol itu nyaris sama, hanya berbeda pada ornamen daun dan bunganya saja. Di atas pintu terdapat tulisan "Makam Pujonggo R.Ng. Yosodipuro (Tus Pajang ke I) Pengging", dan di atasnya lagi ada tulisan "Tuturing Pandito trus nyawiji".

makam r ng yosodipuro

Tembok Makam R. Ng. Yosodipuro Pengging yang memanjang dan cukup tinggi menjadi tengara yang mudah dikenali bagi para peziarah yang ingin berkunjung ke tempat ini. Stuktur dinding tembok luarnya terlihat kokoh, namun bangunan yang menempel pada dinding luar itu sepertinya dibangun belakangan, tampaknya agar bisa membuat atap yang melindungi peziarah dari terika matahari dan hujan.

makam r ng yosodipuro

Serambi makam R.Ng. Yosodipuro itu, yang semula saya kira menjadi akses masuk ke bagian dalam makam, namun ternyata akses masuknya dari pintu yang berada di sisi kanan cungkup makam. Beruntung kuncen ada di tempat sehingga aya tidak terlalu lama kebingungan di serambi makam ini. Deretan jirat kubur terlihat berjejer rapi di ruangan serambi ini, namun sebagian tak ada tengara nama. Jika melihat formasinya maka semua makam itu sepeetinya telah berusia tua. Jika ada jasad baru, tak bisa tidak harus merusak keramik saat hendak menggali lubang kuburnya.

makam r ng yosodipuro

Bagian dalaman Makam R. Ng. Yosodipuro Pengging dengan cungkup makam dibalut kain kelambu berwarna merah. Kubur di sebelah kanan cungkup adalah makam kedua isteri R. Ng. Yosodipuro. Menurut penuturan Tjojo (54 tahun), juru kunci Makam R.Ng. Yosodipuro yang sejak kecil sudah sering ikut bapaknya mengurus makam ini, dua tengara seperti nisan berbentuk segi lima di sebelah kiri cungkup adalah Pamajengan (tempat wejangan) Syekh Siti Jenar dan Ki Kebo Kenanga, dua tokoh yang dihukum mati oleh Demak Bintoro karena dianggap membahayakan kekuasaan Sultan Demak.

makam r ng yosodipuro

Tjojo (54 tahun), kuncen atau juru kunci Makam R.Ng. Yosodipuro yang sejak kecil sudah sering ikut bapaknya mengurus makam ini. Ayahnya yang bernama Muhadi telah meninggal lima tahun yang lalu.

makam r ng yosodipuro

Menurut penuturan Tjojo (54 tahun), juru kunci Makam R.Ng. Yosodipuro yang sejak kecil sudah sering ikut bapaknya mengurus makam ini, dua tengara seperti nisan berbentuk segi lima di sebelah kiri adalah Pamajengan (tempat wejangan) Syekh Siti Jenar dan Ki Kebo Kenanga, dua tokoh yang dihukum mati oleh Demak Bintoro karena dianggap membahayakan kekuasaan Sultan Demak.

makam r ng yosodipuro

Nisan kubur R.Ng. Yosodipuro bertulisakan huruf latin pada baris pertama dan tahun 1833 pada baris kedua, dan lalu beberapa baris tulisan dengan menggunakan aksara Jawa di bawahnya.

makam r ng yosodipuro

Makam R. Ng. Yosodipuro yang bentuknya seperti trap-trapan batu yang ukurannga semakin mengecil di bagian atas, dengan dua buah nisan berukuran besar dan tinggi.

makam r ng yosodipuro

Makam Yosodipuro II ini berada di luar sebelah cungkup makam R.Ng. Yosodipuro I. Yosodipuro II adalah putera dari R.Ng. Yosodipuro (Sastronegoro) yang menjadi pujangga PB V, PB VI dan PB VII. Yasadipura II menghasilkan karya sastra Serat Babad Pakepung yang merupakan dokumen sejarah tentang peristiwa pengepungan keraton Surakarta oleh gabungan pasukan VOC, Yogyakarta, dan Mangkunegaran pada 1790. Yasadipura II adalah kakek Ranggawarsita, pujangga besar Surakarta pada jaman PB VIII dan PB IX.

makam r ng yosodipuro

Pandangan lebih dekat pada gerbang masung Makam R Ng Yosodipuro, dengan tulisan "Tuturing Pandito Trus Nyawiji". Dua tengara di belakang sana ditujukan bagi para peziarah yang datang ke makam ini.

makam r ng yosodipuro

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.