Foto Makam Srati 2

Pandangan dekat pada nisan dan batuan segi empat yang berada pada tumpukan kubur Den Bagus Sosro. Melihat namanya, maka ia adalah seorang priyayi, yang disebut Sadimeja sebagai priyayi asal Solo. Seringnya terjadi perebutan kekuasaan dan perang menyebabkan banyak keturunan keraton yang mengungsi mencari selamat atau mencari ketenangan, jauh dari hiruk pikuk dan intrik politik.

makam keramat srati kebumen

Pandangan dekat pada nisan dan batuan makam Den Bagus Cemeti, dengan nisan rompal, beberapa batuan segi empat, dan batuan datar permukaannya sebagai tempat membakar dupa. Namanya mengingatkan saya pada Makam Bulupitu, karena di sana juga ada makam Raden Bagus Cemeti yang merupakan salah satu putera Aroeng Binang dengan Dewi Nawangwulan.

makam keramat srati kebumen

Pandangan samping pada Makam Mbah Bekel yang merupakan kubur paling kecil diantara keempat kubur yang ada di sini, dengan bagian tengahnya dibiarkan tanpa tumpukan batu dan berbentuk sedikit membulat. Di jaman Majapahit, Bekel adalah Kepala Pasukan Tentara kecil yang langsung berada di bawah perintah Rakryan Tumenggung dan Senopati. Bekel setara dengan komandan kompi berpangkat Kapten. Bekel juga dikenal sebagai salah satu perangkat desa dibawah Lurah dan Carik.

makam keramat srati kebumen

Pandangan samping dari Makam Embah Suryadikesumo, yang merupakan makam terpanjang, dengan bagian tengah juga dibiarkan kosong tanpa tumpukan batu. Jika kedua den bagus itu mungkin dua-duanya berasal dari Solo, maka embah ini kemungkinan berasala juga dari Kediri, Jawa Timur.

makam keramat srati kebumen

Pandangan pada Makam Keramat Srati dilihat dari sisi berlawanan dari akses masuk. Area sekitar makam masih merupakan tegalan yang tak terawat, namun di ujung bukit yang berlawanan dengan akses masuk saya melihat ada sejumlah bangunan rumah penduduk.

makam keramat srati kebumen

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.