Foto Makam Imogiri 1

Gapura paduraksa di lorong Barat Makam Raja-Raja Mataram Imogiri. Setelah gapura ini ada gapura paduraksa dari batu putih dengan prasasti yang berbunyi "Astana Luhur, Sri Susuhunan Pakubuwana VI, Pahlawan Kemerdekaan Nasional". PB VI yang memerintah 1823 – 1830, diasingkan dan meninggal di Ambon pada 2 Juni 1849 dalam usia 42 tahun, karena mendukung Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825 - 1830).

makam raja-raja mataram imogiri bantul jogja

Gapura paduraksa PB VI di Makam Raja-Raja Mataram Imogiri yang saya ambil fotonya setelah melewatinya. Gapura abu-abu yang tebal dan tinggi ini terlihat indah, dengan ornamen gunungan pada sudut-sudut dan bagian tengahnya. Lorong yang menuju ke bagian tengah kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri memiliki lebar sekitar 2,5 m, dengan tembok pembatas makam yang tinggi di sebelah kiri, serta ada deretan pohon kelapa setinggi tembok berjajar rapi di dekatnya yang ditanam selang beberapa meter. Sepanjang lorong ini menggunakan paving block yang cukup rapi, dan di sebelah kanan dibatasi dengan tembok rendah.

makam raja-raja mataram imogiri bantul jogja

Sebuah tengara terlihat ketika melewati Gapura Supit Urang Makam Raja-Raja Mataram Imogiri yang berbentuk candi bentar bergaya Majapahitan. Melihat lebih dekat, ada dua tengara terbuat dari marmer yang bersambung di bagian tengahnya. Tengara bagian atas berbunyi “Makam Pahlawan Nasional, Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo, sesuai Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 106 / TK / Tahun 1975, tanggal 3 Nopember 1975.

makam raja-raja mataram imogiri bantul jogja

©2020 aroengBinang