Foto Makam Gesang

Di dalam pelataran Monumen Tirta Gesang itu terlihat tulisan yang dipahat pada dinding berjudul "Gesang dan Bengawan Solo, Mengenang Legenda", dengan guratan wajah Gesang yang digambarkan sedang meniup seruling. Tulisan di bawahnya menyebutkan bahwa Gesang yang bernama lengkap Gesang Martohartono itu lahir di Solo pada 1 Oktober 1917 dan meninggal pada 20 Mei 2010 pada usia 92 tahun.

Makam Gesang Solo

Penampakan prasasti yang ada di dalam area Monumen Tirta Gesang yang terlihat cukup asri itu, diambil dari jarak yang lebih jauh dari foto sebelumnya.

Makam Gesang Solo

Pandangan dekat pada nisan Makam Gesang. Di sebelahnya adalah makam mbah Kebon atau mbah Bon.

Makam Gesang Solo

Deret kubur di dalam cungkup makam keluarga mendiang Gesang, yang diambil dari ujung area, menghadap ke arah akses masuk. Di ujung sini adalah kubur dari Ki Martodihardjo.

Makam Gesang Solo

Daftar penghuni kubur yang ada di di dalam cungkup Makam Gesang di Solo.

Makam Gesang Solo

Penanda kubur makam keluarga Gesang yang dipasang pada dinding di samping akses masuk ke dalam cungkup.

Makam Gesang Solo

Keluar dari cungkup Makam Gesang, ternyata ada lagi seorang petugas kebersihan kubur, yaitu wanita bertubuh subur yang ikut duduk menunggu di luar cungkup. Wajah peziarah buat para penjaga kadang hanya terlihat sebagai tambahan rizki, tak penting benar siapa dan apa tujuan kedatangan mereka ke sana.

Makam Gesang Solo

©2020 aroengBinang