Foto Keramik Pulutan 1

Kami sempat melihat sebuah monumen yang menjadi tengara bahwa di Desa Pulutan telah dilakukan program Pertukaran Karang Taruna Antar Wilayah se-Indonesia, yang berlangsung dari 24 Mei - 4 Juni 2009. Para peserta kemudian membuat akun Karang Taruna se-Indonesia Minahasa Pulutan di FB untuk terus saling berhubungan.

keramik pulutan minahasa sulawesi utara

Pemandangan di tegalan di tepian kebun jagung yang telah berbunga itu. Sesuatu yang menyentuh hati, oleh karena mereka seolah sedang bercakap-cakap, entah menggunakan bahasa apa. Si burung kuntul yang badannya kecil namun mahluk bebas, dan si sapi dengan badan yang jauh lebih besar namun harus menerima takdir menjadi binatang piaraan yang nasibnya cepat atau lambat akan berakhir di tempat tukang jagal.

keramik pulutan minahasa sulawesi utara

Sementara dua ekor sapi memilih duduk rebahan pada keempat kakinya, dua ekor sapi lainnya masih terus merumput, ditemani dengan penuh simpati oleh burung bangau. Tak jelas apakah burung-burung bangau itu juga membantu si sapi untuk membersihkan badannya dari mahluk kecil lain yang mengganggunya.

keramik pulutan minahasa sulawesi utara

Dua ekor burung bangau itu masih saja setia menemani si sapi dalam waktu yang cukup lama. Sepertinya telah terjalin sebuah persahabatan yang karib diantara mereka. Boleh jadi telah sering bertemu. Begitulah, binatang berlain jenis pun bisa bersahabat dan berbagi waktu, mungkin pula cerita.

keramik pulutan minahasa sulawesi utara

Seorang pria tampak tengah menarik gerobak hanya dengan mengandalkan tarika tangannya yang berotot. Jika membawa beban yang berat kadang perlu dibantu dengan tali yang diikatkan kekedua bahu. Ketika kemakmuran semakin membaik peran gerobak seperti ini akan digantikan oleh mobil pikup bak terbuka.

keramik pulutan minahasa sulawesi utara

©2020 aroengBinang