Foto Jam Gadang 3

Jam Gadang Bukittinggi terlihat menjadi berkurang keanggunannya dengan adanya pedagang kaki lima yang secara sembarangan menggelar dagangannya. Jam ini telah ditetapkan sebagai titik nol Kota Bukittinggi. Ketika kami berada di sana, pekerjaan renovasi baru saja selesai dilakukan oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), dengan dukungan PemKot Bukittinggi dan KeduBes Kerajaan Belanda di Jakarta.

jam gadang bukittinggi

Delman-delman yang berhias rapi dan bersih, dengan kuda-kuda besar sehat yang terawat baik, terlihat tengah menunggu penumpang di tepi jalan aspal di samping Jam Gadang Bukittinggi. Sayang waktu itu saya tidak terpikir untuk mencoba berkeliling kota dengan menumpang delman, yang tentu akan merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

jam gadang bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi yang terlihat cantik, juga sekelilingnya, ketika pedagang kaki lima belum menyerbu taman dan membuat area ini menjadi kacau dan kehilangan kelasnya. Hanya perlu pengaturan tempat dan desain lapak anggun buat pedagang kaki lima, agar keberadaan mereka tidak merusak suasana taman.

jam gadang bukittinggi

Kereta kuda sebagai angkutan wisata layak dipertahankan dan ditingkatkan kelasnya, meskipun kondisinya saat itu sudah baik. Hanya saja mumpung belum dengan angkot dan kendaraan pribadi, pemkot perlu segera memikirkan pengadaan angkutan massal berbasis rel.

jam gadang bukittinggi

Kuda yang sehat, bersih dan terawat, kereta yang dicat rapi dan berhias motif setempat akan menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi pejalan ketika menaikinya berkeliling kota. Apalagi jika ada tarif wisata standar yang harganya cukup pantas.

jam gadang bukittinggi

©2020 aroengBinang