Foto Gereja Tua GMIM Galilea

Di sebelah kanan atas adalah tangga kayu menuju ke bagian dalam atap gereja dimana disimpan lonceng Gereja tua GMIM Galilea Watumea Minahasa yang dipasang pada tahun 1912. Kursi-kursi rotan yang menempel pada dinding gereja itu adalah sebagian dari 140 kursi rotan yang dibuat pada 1895 dan masih digunakan sampai sekarang.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

Pandangan lebih dekat pada bagian depan Gereja tua GMIM Galilea Watumea dengan tengara nama di halaman sebelah kiri dan di atas pintu depan yang terkunci. Sebuah salib polos diletakkan di depan, sedangkan di kemuncak bangunannya terdapat penanda arah angin dan patung ayam jago. Atap seng tampaknya populer di daerah Minahasa, mungkin karena ringan lebih mudah dibentuk.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

Ornamen kaca yang berada di atas pintu samping Gereja Tua GMIM Galilea Watumea, tempat kami masuk ke dalam gereja karena pintu depannya tertutup saat itu. Kaca-kaca berwarna ini dipasang pada tahun 1924 dan keasliannya masih tetap terjaga sampai saat itu.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

Bagian dalam atap Gereja Tua Watumea yang seluruhnya terbuat dari susunan papan kayu, dengan titik lampu gantung di tengahnya yang dipasanag pada tahun 1924. Langit-langit kayu yang disusun konsentrik atau ritmis pada umumnya terlihat lebih artistik ketimbang bahan lain, asbes misalnya.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

Ornamen tempat lampu yang dipasang di tiang-tiang penyangga Gereja Tua GMIM Galilea Watumea Minahasa yang juga dipasang pada tahun 1924, bersamaan dengan pemasangan lampu-lampu gantung dan kaca-kaca berwarna.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

Sebuah prasasti yang menunjukkan bahwa Gereja Tua Watumea pernah dipugar pada 1982-1983, dan peresmiannya dilakukan oleh Prof. Dr. Haryati Subadio, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

gereja tua gmim galilea watumea minahasa sulawesi utara

©2020 aroengBinang