Foto Gereja Simultan 5

Lita dengan lonceng berangka tahun 1950 yang berada di halaman samping depan gereja. Meskipun terpapar panas dan hujan, namun kondisi lonceng ini masih sangat baik. Tak ada tali untuk menggerakkan pemukul lonceng, sehingga mungkin lonceng ini memang tak pernah dibunyikan, atau tali hanya dipasang dan lonceng dibunyikan pada saat tertentu saja.

lonceng gereja simultan menteng pulo

Tulisan pada lonceng kuno ini juga masih terbaca dengan sangat jelas. Yang tampak pada foto adalah bagian belakang lonceng, dengan sebaris tulisan yang pada bagian awalnya berbunyi "Petit et Fritsen", dan seterusnya yang tak terlihat jelas pada foto dan lupa tak saya catat.

lonceng gereja simultan menteng pulo

Tulisan pada bagian depan lonceng dengan A.D. 1950 di bagian atas, dan di bagian bawahnya tertulis "Den dank van 't het volk ten vromen tolk, tamp ik boven de graven van die hun trouw aan 't rood-wit-blauw, in stof en as hier staven" dan paling bawah ada tulisan "Khatoliek thuisfront" atau rumah Katolik.

lonceng gereja simultan menteng pulo

Olive tampak tengah melangkahkan kaki di halaman depan Gereja Simultan dengan sejumlah tanaman hias yang mempercantik pandangan. Karena bagian ini tanpa pelindung depan sama sekali maka pintu masuk ke ruangan gereja dibuat menjorok agak jauh ke dalam.

gereja simultan menteng pulo

Pintu masuk ke dalam Gereja Simultan terdiri dari dua buah daun pintu kayu yang terbuka ke luar dimana masing-masing terdapat tiga kaca patri bergambar. Pada kaca di pintu kanan terdapat torehan burung, hewan tanah dan pepohonan. Sedangkan di pintu sebelah kiri terdapat lukisan ikan, tanaman dan buah-buahan.

gereja simultan menteng pulo

Beberapa ikan koi berukuran cukup besar yang berenang-renang di dalam kolam menjadi tontonan cukup menghibur. Demam ikan koi sempat melanda negeri ini, membuat harganya melambung gila-gilaan, yang bisa lebih mahal dari harga sebuah rumah mewah sekalipun.

ikan koi gereja simultan menteng pulo

©2020 aroengBinang