Foto Buyut Trusmi 1

Pandangan dari dalam cungkup Makam Ki Buyut Trusmi Cirebon, melewati pintu masuk ke arah luar, mengikuti permintaan Haji Ahmad agar tidak memotret pusara di belakang saya yang saya kira merupakan Makam Ki Buyut. Di sana ada kayu penyangga kusen dengan ukiran berangka tahun 1957, yang sepertinya menunjukkan salah satu tahun perbaikan di kompleks ini.

kramat buyut trusmi cirebon

Di sebelah bangunan Witana terdapat undakan untuk masuk ke dalam sebuah kolam tua. Sayang sekali kolam ini airnya hijau keruh, sehingga tidak begitu sedap dipandang mata. Memayu, yaitu penggantian sirap separuh bangunan setiap empat tahun sekali, dilakukan setiap tahun pada 25 Maulud. Memayu juga dimaksudkan untuk memperindah sifat-sifat manusia dari sifat lama yang buruk ke sifat baru yang bagus.

kramat buyut trusmi cirebon

Gerbang masuk pertama ke dalam kompleks Kramat Buyut Trusmi, dengan gapura terbuat dari susunan bata merah bakar. Tidak terlihat ornamen keramik pada dinding gapura ini. Lapangan rumput di sebelah kiri adalah tempat dimana kami memarkir kendaraan agar lebih dekat berjalan ke lokasi. Tempat parkir yang lebih rapi berada di seberang pintu gerbang ini.

kramat buyut trusmi cirebon

Gerbang candi bentar kedua bergaya Majapahitan terlihat setelah berjalan beberapa puluh langkah dari gerbang pertama, melewati sejumlah rumah. Tepat setelah gerbang ini di sebelah kanan sudah merupakan kompleks makam Kramat Buyut Trusmi yang dibatasi dinding bata telanjang yang panjang.

kramat buyut trusmi cirebon

Sebuah susunan bata merah berbentuk setengah lingkaran terlihat memisahkan bagian depan dengan bagian tengah kompleks Kramat Buyut Trusmi. Kesibukan sangat terasa di tempat ini, baik relawan yang tengah mengganti sirap, maupun ibu-ibu yang tengah sibuk memasak.

kramat buyut trusmi cirebon

©2021 Ikuti

Traktir aku secangkir kopi, atau bacakan doa buat mereka yang membuat hidup lebih baik.