Foto BP3 Yogyakarta 1

Arca Siva Mahadewa dari perunggu yang berdiri di atas padmasana (teratai) dengan sikap samabbhanga (tegak lurus). Arca ini ditemukan di Kricak Kidul, Tegalreja, Yogyakarta. Pelupuk matanya berlapis perak, dan bibirnya berlapis emas. Sebagai mahadeva, Siwa menggunakan upavita (tali kasta) berupa ular, dan berpakaian kulit harimau. Di bawah padmasana terdapat nandi (kerbau) sebagai binatang tunggangannya. Di belakangnya terdapat prabha (simbol cahaya) berhias lidah api, kepalanya memakai jatamukuta (rambut yang dipilin menjadi mahkota) berhias bulan sabit dan ardhacandrakapala (tengkorak). Tangan memegang trisula, aksamala (tasbih), kendi dan camara (pengusir lalat).

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Bentuk batu lingga yang disebut Prasasti Salimar IV ini ditemukan pada 25 Desember 1957 oleh tukang gali ketika membangun kompleks SMA De Britto di Demangan, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. Prasasti Salimar VI ditemukan pada Juli 1988, dibuat dari bahan andesit, ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa Kuna sebanyak dua baris.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Lempeng I dari Prasasti Rumwiga II yang ditemukan di Dusun Gedongan, Srimulyo, Bantul pada 1981. Prasasti terbuat dari perunggum, yang terdiri dari dua lempeng dan ditulis pada satu sisi dengan huruf dan bahasa Jawa Kuno, berangka tahun 827 Saka. Lempeng I berisi permohonan anugerah mapasang gunung.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Ada Arca-arca perunggu yang berasal dari Surocolo, Seloharjo, Pundong, Bantul. Arca-arca ini ditemukan pada 1976 oleh Sudarnowijono ketika menggali tanah untuk mengurug lantai rumahnya. Arca dalam posisi berdiri adalah: Vajragantha, dewi pemikat dan pengikat; Vinayaka, dewi pemikat dan penjaga pintu mandala; Vajrasphota, dewi pemikat dan penjaga pintu mandala; Vajralasi, dewi tari, penjaga pintu mandala; Haysya, penjaga pintu mandala, berbadan manusia berkepala kuda; Sukaraysa, penjaga pintu mandala, berbadan manusia berwajah babi.

Sedangkan arca dalam posisi duduk adalah: Vajraraga, bodhisttva cinta; Vjraloka atau Vajradipa, dewi pelita, wewangian dan cahaya; Vajradupa, satu dari empat dewi wewangian, kedua tangan memegang dupa; Vajraraksa, satu dari 16 bodhisttva; Vajrabhasa, bodhisttva; Mukunda, dewi musik, memainkan membranophone; Muraja,dewi musik, memainkan sejenis tamborin; Vamsa, dewi Musik, kedua tangan memainkan seruling; Vajragiti, dewi nyanyian, kedua tangan memainkan alat musik Vina asal India berdawai tujuh.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

Koleksi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta. Diantaranya adalah arca Vajrapani, yaitu Dhyani Bodhisatva yang menguasai mata angin sisi Timur, terbuat dari perunggu, dalam posisi berdiri dengan tangan kanan memegang vajra, ditemukan di Glagah, Temon, Kulonprogo.

balai pelestarian peninggalan purbakala BP3 yogyakarta

©2020 aroengBinang