Foto Boen Hay Bio 1

aroengbinang.com - Altar sembahyang di Kelenteng Boen Hay Bio Tangerang bagi Kwan Im, dewi welas asih yang dipuja karena selalu memberi berkah kepada yang meminta kepadanya. Kwan Im merupakan sebutan dalam dialek Hokkian dan Hakka yang merupakan mayoritas warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Jauh sebelum masuknya agama Buddha ke Tiongkok, Kwan Im Pho Sat telah dikenal di Tiongkok kuno, di akhir Dinasti Han, sebagai Pek Ie Tai Su atau Dewi Berbaju Putih Yang Welas Asih. Selanjutnya ia menjadi Kwan She Im Phosat atau Avalokitesvara Bodhisattva.

kelenteng boen hay bio tangerang

Altar pemujaan di lantai dua bagi penganut agama Buddha (Mahayana), oleh sebab Kelenteng Boen Hay Bio Tangerang adalah tempat ibadah Tri Dharma (TITD), yaitu tempat sembahyang bagi para penganut Tao, Konghucu, dan Buddha. Kunjungan saya ke kelenteng ini sudah lama, sehingga sudah ada banyak perubahan pada ruangan dan patungnya, termasuk patung Buddha yang ada di altar ini. Umumnya menjadi lebih baik dan rapih.

kelenteng boen hay bio tangerang

Altar pemujaan bagi Tu Ti Kong (Tu Di Gong), Dewa Bumi dengan kekuasaan lokal yang diletakkan dekat lantai. Ada dua patung diletakkan berdekatan dengan tulisan mantra Dewa Bumi yang berbunyi "Namo samanto motonam om turu turu tiwei soha"

kelenteng boen hay bio tangerang

Tempat menancapkan batang lilin dibuat berupa deret pipa pendek dalam tiga baris dengan lebih dari sepuluh kolom. Lelehan sisa-sisa pembakaran lilin yang semuanya berwarna merah pada pipa itu membentuk tekstur tidak beraturan yang unik.

kelenteng boen hay bio tangerang

Sudut pandang sedikit bergeser yang memperlihatkan sebagian rupang yang ada di altar utama dan meja serta sekitar altar yang bermandi cahaya lilin dan lampu minyak. Di sebelah kanan adalah deretan lampu minyak dengan kertas bertulis nama pemiliknya.

kelenteng boen hay bio tangerang