Foto Bika Talago 4

Adonan bika yang siap dituang ke tempat panggang diletakkan lebih dulu ke dalam dua buah panci. Panci yang satu berisi adonan bika berwarna putih yang berbahan dasar tepung beras, parutan kelapa dan gula, sedangkan panci yang satunya lagi berisi adonan bika berwarna kemerahan dengan rasa pisang. Dua rasa itulah yang saat itu tersedia. Boleh jadi sekarang sudah dikembangkan dengan rasa lainnya, karena orang cenderung bosan untuk terus menjual atau membeli makanan yang sama.

bika talago koto baru

Membakar kayu juga menghasilkan asap pekat yang lumayan banyak, sehingga dibuatlah lubang asap di langit-langit warung Bika Talago itu sebagai jalan buangan asap tungku. Adanya lubang asap membuat perputaran udara di dalam warung menjadi lebih baik dan lebih sehat buat para pekerjanya.

bika talago koto baru

Tempat penyimpanan kayu dan langit-langit warung Bika Talago juga terlihat berwarna gelap oleh sebab terpapar asap yang berasal dari kayu yang setiap harinya dibakar. Bisa dimaklumi bahwa hampir mustahil untuk membersihkan tempat itu secara teratur, dan akan lebih praktis dengan membongkar lalu menggantinya dengan yang baru saat waktunya tiba.

bika talago koto baru

©2020 aroengBinang