Foto Arca Joko Dolog 8

Pandangan lebih jelas pada Prasasti Wurare yang berangka tahun 1211 Saka, ditulis oleh Nada, abdi Raja Kertajaya, berbentuk sajak 19 bait. Diantaranya menceritakan bahwa Arrya Bharad membagi Jawa menjadi Jenggala dan Panjalu. Pada masa Raja Jayacriwisnuwardhana dan permaisurinya, Crijayawarddhani, kedua kerajaan disatukan kembali.

arca joko dolog surabaya

Arca Joko Dolog dengan sikap tubuh Bhumisparsa mudra, perlambang memanggil bumi sebagai saksi, dimana tangan kiri berada di atas pangkuan, dan tangan kanan menelungkup di atas lutut. Jika tangan kanan terbuka ke atas, maka disebut Wara mudra, yang perlambang kedermawanan.

arca joko dolog surabaya

Sejumlah arca tanpa kepala terlihat diletakkan di tepi akses jalan di dalam situs. Ada baiknya arca-arca rusak itu disimpan saja, dan digantikan dengan arca yang utuh. Hanya saja keamanan situs ini juga perlu ditingkatkan, agar tidak terjadi pencurian.

arca joko dolog surabaya

©2020 aroengBinang