Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon

June 20, 2019. Label:
aroengbinang.com -
Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon atau Kelenteng Bun San Tong merupakan kelenteng paling ramah yang pernah saya kunjungi sejauh ini. Kelenteng ini juga memiliki keunikan yang belum pernah saya jumpai di kelenteng lain. Hawa Kota Cirebon yang sangat panas mendadak menjadi terasa sejuk ketika memasuki kelenteng ini.

Hawa panas ini sebelumnya sempat membuat kepala tiba-tiba seperti berputar dan tubuh terasa lemas layaknya dehidrasi atau hipoglisemia, padahal Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon ini merupakan tempat pertama yang kami kunjungi pagi itu. Kios di pinggir jalan kemudian menolong mengisi tubuh dengan air manis dan berangsur memulihkannya.

Lebih dari sekadar ramah, setelah diantar berkeliling dan mendapat penjelasan tentang Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon ini, seorang pengurus yang telah berusia lanjut dengan sangat antusias mendatangkan seorang medium yang seharusnya tidak 'berpraktek' pada hari itu. Ini sebuah keberuntungan yang tak terduga, dan tentu saja menyenangkan.

vihara pemancar keselamatan cirebon
Tampak muka pintu gerbang Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon yang berada di Jl. Winaon no.26 / 69, di sudut pengkolan jalan, terusan Jl. Kasunean, Cirebon. Sebuah genta tampak di tengah atap gerbang yang menyudut di tengah, berbeda dengan bangunan kelenteng umumnya yang biasanya berbentuk pelana dan ada arca sepasang naga berebut mustika. Di ruangan bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon terdapat lampion dan lonceng yang merupakan dua buah benda yang hampir selalu ada di setiap kelenteng yang saya datangi.

Bedug dalam ukuran kecil j uga adadi bagian depan kelenteng. Bedug atau tambur serta kencreng biasa ditabuh dengan bunyi ritmik sewaktu ada acara karnaval. Lampion telah digunakan oleh bangsa Tionghoa sebagai alat penerang sejak 2.000 tahun silam, dan menjadi simbol Cap Go Meh. Lampion mengandung harapan masa depan yang terang dan doa yang terkabul. Di bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon ada lampion berbentuk guci dengan ornamen merah dan kuning keemasan dengan detail indah. Dalam perkembangannya, lampion memiliki bentuk dan ukuran yang sangat beraneka ragam, dan fungsinya pun ikut berkembang.

Di bagian tengah Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon ada lampion berbentuk seperti joli (tandu) dengan ornamen kepala naga berwarna kuning keemasan indah di keenam sudutnya. Ada pula lukisan-lukisan dengan karakter dan huruf Tionghoa berukuran kecil berimpit yang menempel pada dinding ruang belakang Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon. Lukisan-lukisan itu berisi kisah kuno yang mengandung pesan dan ajaran moral. Vihara ini memiliki ruang depan dan ruang tengah yang berukuran sedang, dan ruang belakang yang luas.

Altar pemujaan bagi Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi) dengan sejumlah rupang / arca sang dewa berada di sana. Orang bersembahyang di altar Dewa Bumi untuk mendapatkan berkah usaha lancar dan limpahan rejeki yang berketerusan. Hanya saja agar doanya bisa terkabul, orang harus berbuat kebaikan terlebih dulu sebelum bersembahyang kepada Dewa Bumi.

Patung Dewi Kwan Im saya lihat di ruang bagian tengah Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon. Bagi masyarakat Tionghoa, Kwan She Im Phosat (Guan Yin, Avalokitesvara) adalah merupakan penjelmaan Buddha Welas Asih. Ada empat ekor naga besar yang melilit pilar merah serta dua pengawal langit yang menjaga di depan altar Dewi Kwan Im di vihara ini.

Avalokitesvara digambarkan sebagai seorang laki-laki di India, dan juga selama jaman Dinasti Tang (tahun 618-907). Baru pada awal Dinasti Sung (960-1279), beberapa pengikut melihatnya sebagai sosok wanita, dan lebih kentara semasa Dinasti Yuan (1206-1368). Sejak masa Dinasti Ming, sekitar abad ke 15, Kwan Im digambarkan sebagai sosok wanita.

Selanjutnya ada boneka Dewi Pek Ku Thay Fud yang digunakan oleh medium pemanggil arwah, dengan sebuah pena di tangannya, dan lembaran kertas sebagai tempat untuk menulis wejangan kepada si pasien ketika arwah sudah memasuki boneka ini. Video singkat yang saya ambil ini adalah pelayanan ritual sangat unik di Vihara Pemancar Keselamatan yang tidak pernah saya lihat di kelenteng lain.

Di Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon ada altar Kwan Te Kong atau Kwan Kong, yang dipuja karena kejujuran dan kesetiannya pada janji sumpahnya. Karenanya anggota mafia dan perkumpulan rahasia konon melakukan sumpah setia di altar Kwan Kong. Ia juga dipuja sebagai Dewa Pelindung Perdagangan, Pelindung Kesusasteraan dan Dewa Pelindung Rakyat dari malapetaka peperangan. Sedangkan ruang utama di bagian belakang Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon terdiri dari lima altar, yaitu altar Dewi Pek Kiung Min Fud, Dewi Pek Kiung Liem Fud, Dewi Pek Ku Thay Fud, Dewi Pek Kiung Kung Fud, dan altar Dewi Pek Ku, Cay Ku, Lien Ku, Min Ku.

Keramahan pengurus Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon dan pertunjukan ritual pemanggil arwahnya benar-benar mengesankan. Ketika berpamitan, kami diantar oleh Bapak sepuh sampai ke tepi jalan dimana becak-becak yang kami sewa telah menunggu, seperti layaknya menghantar pergi anak dan cucu yang disayanginya. Sungguh mengharukan. Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon dibangun pada 1680, namun sumber lain ada yang menyebut angka 1894.

Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon

Alamat : Jl. Winaon no.26 / 69 Cirebon. Lokasi GPS : -6.72077, 108.56615, Waze ( smartphone Android dan iOS ).

Galeri Foto Vihara Pemancar Keselamatan

Altar pemujaan bagi Hok Tek Ceng Sin (Dewa Bumi) dengan sejumlah rupang / arca sang dewa berada di sana. Orang bersembahyang di altar Dewa Bumi untuk mendapatkan berkah usaha lancar dan limpahan rejeki yang berketerusan. Hanya saja agar doanya bisa terkabul, orang harus berbuat kebaikan terlebih dulu sebelum bersembahyang kepada Dewa Bumi.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Patung Dewi Kwan Im yang berada di ruang bagian tengah Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon. Bagi masyarakat Tionghoa, Kwan She Im Phosat (Guan Yin, Avalokitesvara) adalah merupakan penjelmaan Buddha Welas Asih. Ada empat ekor naga besar yang melilit pilar merah serta dua pengawal langit yang menjaga di depan altar Dewi Kwan Im di vihara ini.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Lampion dan lonceng, di ruangan bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan, yang merupakan dua buah benda yang hampir selalu ada di setiap kelenteng yang saya datangi.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Bedug dalam ukuran kecil di bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan yang juga lazim dijumpai di banyak kelenteng lain. Bedug atau tambur biasa ditabuh dengan bunyi ritmik tertentu sewaktu ada acara karnaval. Sedangkan lampion konon telah digunakan oleh bangsa Cina sebagai alat penerang sejak 2.000 tahun silam, dan menjadi simbol Cap Go Meh. Lampion mengandung harapan masa depan yang terang dan doa yang terkabul.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Sebuah lampion di bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan yang berbentuk seperti sebuah guci dengan ornamen yang didominasi warna merah dan kuning keemasan dengan detail yang indah. Dua buah ornamen naga yang sangat cantik menghias di setiap sisi sudut segi empat lampion.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Sedangkan lampion di bagian tengah Vihara Pemancar Keselamatan memiliki bentuk seperti sebuah joli (tandu Tiongkok) dengan ornamen kepala naga berwarna kuning keemasan di keenam sudutnya. Dalam perkembangannya, lampion memiliki bentuk dan ukuran yang sangat beraneka ragam, dan fungsinya pun ikut berkembang.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Lukisan-lukisan dengan karakter dan huruf Tionghoa berukuran kecil berimpit yang menempel di dinding ruang belakang Vihara Pemancar Keselamatan yang tinggi. Lukisan-lukisan itu bercerita tentang kisah klasik Tiongkok yang berisi pesan-pesan moral yang tak lekang oleh waktu.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Ada tiga arca Buddha di dalam kaca yang duduk di atas bunga teratai dengan sikap mudra yang sama, yaitu Dhyana mudra yang melambangkan semadi atau meditasi. Sedangkan sikap Buddha yang berada paling kanan, di luar kaca, adalah Abhaya mudra yang melambangkan ketidakgentaran.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Altar pemujaan bagi Dewi Kwan Im dilihat dari depan. Ada arca yang menggambarkan Kwan Im dalam wujudnya sebagai wanita, dan ada pula yang menggambarkan wujudnya sebagai pria. Di bagian depan terdaat alat ritual beserta pemukulnya.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Empat ekor naga besar yang melilit pilar merah serta dua pengawal langit yang menjaga di depan altar Dewi Kwan Im di Vihara Pemancar Keselamatan. Avalokitesvara digambarkan sebagai laki-laki di India, dan juga selama Dinasti Tang (tahun 618-907). Baru pada awal Dinasti Sung (960-1279), beberapa pengikut melihatnya sebagai sosok wanita, dan lebih kentara semasa Dinasti Yuan (1206-1368). Sejak masa Dinasti Ming, sekitar abad ke 15, Kwan Im digambarkan sebagai wanita.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Kwan Te Kong atau Kwan Kong, panglima perang dari jaman Sam Kok (Tiga Kerajaan), yang dipuja karena kejujuran dan kesetiannya pada janji sumpahnya, sehingga para anggota mafia dan perkumpulan rahasia pun konon melakukan sumpah setia dihadapan altar Kwan Te Kong ini. Kwan Te Kong juga dipuja sebagai Dewa Pelindung Perdagangan, Dewa Pelindung Kesusasteraan dan Dewa Pelindung Rakyat dari malapetaka peperangan.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Altar pemujaan bagi Dewa Nam Pektauw, yang sayangnya saya tak menemukan siapa dewa ini dan kenapa ia disembah. Hanya saja pada bagian bawah kayu tegak yang berukir huruf Tionghoa, ada tulisan "Lam Teuw Pek Teuw Twoa Shen Kun".

vihara pemancar keselamatan cirebon

Cai Shen adalah dewa kekayaan, harta, atau rezeki dalam mitologi Tiongkok. Ada pula Wu Lu Cai Shen, Dewa Harta dari Lima Jalan atau Dewa Harta Lima Penjuru. Masyarakat Tionghoa yang kaya biasanya tak segan memberikan sebagian hartanya kepada orang yang berkesusahan dengan harapan Cai Shen akan selalu memberkahi mereka.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Bapak sepuh pengurus yang baik hati itu tengah berbincang dengan Tina sebelum ia memanggil pria yang menjadi medium pemanggil arwah Dewi Pek Ku Thay Fud yang sangat unik.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Ruang utama di bagian belakang Vihara Pemancar Keselamatan Cirebon terdiri dari lima altar, yaitu altar Dewi Pek Kiung Min Fud, Dewi Pek Kiung Liem Fud, Dewi Pek Ku Thay Fud, Dewi Pek Kiung Kung Fud, dan altar Dewi Pek Ku, Cay Ku, Lien Ku, Min Ku.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Dua dari lima arca yang ada di ruang utama Vihara Pemancara Keselamatan, yaitu Dewi Pek Kiung Min Fud, Dewi Pek Kiung Liem Fud.

vihara pemancar keselamatan cirebon
Boneka pemanggil arwah Dewi Pek Ku Thay Fud dengan sebuah pena di salah satu tangannya, dan lembaran kertas di samping depannya sebagai tempat untuk menulis wejangan kepada si pasien ketika arwah sudah memasuki boneka ini.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Arca singa (Ciok Say) kecil di atas tempat Kimlo (pembakaran kertas sembahyang di bagian kiri depan Vihara Pemancar Keselamatan Bun San Tong. Empat kolom tulisan Tionghoa terlihat di dinding sebelah kiri Kimlo.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Ruang bagian depan Vihara Pemancar Keselamatan, setelah melewati pintu gerbang yang berbatasan dengan jalan, dengan ornamen yang telah lebih dulu diperlihatkan pada bagian awal tulisan. Vihara Pemancar Keselamatan atau Kelenteng Bun San Tong ini dibangun pada 1680, namun sumber lain menyebutkan angka 1894. Semoga Anda berkesempatan berkunjung ke Vihara Pemancar Keselamatan ini dan diwejang melalui medium pemanggil arwah yang unik itu. Tidak perlu sepenuhnya percaya memang, namun nasehat-nasehatnya akan menyejukkan hati dan pikir Anda.

vihara pemancar keselamatan cirebon

Info Cirebon

Hotel di Cirebon, Hotel Murah di Cirebon, Tempat Wisata di Cirebon, Peta Wisata Cirebon.
Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.