Oecusse Timur Leste

Oecusse Timor Leste di tempat ini tidak membuat saya merasakan sedang berada di luar wilayah kekuasaan tanah merah putih, aura Indonesia buat saya masih terasa apalagi sebelum berjumpa dengan penduduknya. Paspor yang di stempel baru meyakinkan bahwa ini bukan di Indonesia. Oecusse adalah sebuah wilayah di negara Timor Leste yang berada di tengah Nusa Tenggara Timur. Timor Leste negara yang baru merdeka pada Bulan Mei 2002, memisahkan diri dari Indonesia. Mengunjungi Oecusse di tahun 2015 lalu tidak dibekali info yang lengkap sehingga sedikit kaget mengingat bagaimana cara menempuh perjalanan sampai ke Oecusse yang diawali dari Dili Ibu Kotanya Timor Leste.

Untuk menuju Oecusse dari Kota Dili kami tidak diberikan pilihan, karena waktu yang terbatas sedangkan kami harus segera tiba di Oeccuse. Dengan menaiki pesawat kecil berkapasitas 6 orang yang dikemudikan oleh pilot senior dan berpengalaman yaitu seorang pria setengah baya berkewarganegaraan Australia. Walaupun demikian tetap saja dihinggapi perasaan ngeri, mulanya saya agak gugup ketika sang pilot mengabsen nama penumpang dan memberikan keterangan tentang penerbangan yang akan kami lakukan. Hal itu ia lakukan sebelum menerbangkan pesawat kecilnya, dan selanjutnya mempersilahkan kami masuk. Jendela yang sedikit terbuka mengakibatkan angin masuk ke dalam pesawat dan sesekali pesawat yang kami tumpangi bergoyang.

Saya enggan melihat lagi ke bawah lewat jendela, di mana laut terlihat dengan jelas dan bebatuan besar ditambah angin yang nakal mempermainkan nyali kami. Ah, sukurlah sekembalinya dari Oeccuse kami tidak lagi menaiki pesawat kecil seperti saat pergi, tetapi memilih lewat jalur laut dengan mempergunakan kapal feri karena waktu yang luang dan tidak tergesa-gesa seperti di saat datang.

oecusse timor leste
Ini adalah tempat yang menarik di Oecusse, siang hari yang menyengat hingga 31 derajat celsius. Monumen perahu yang baru saja diresmikan, dengan layar putih terkembang dan gambar salib berwarna merah, selain itu ada layar yang lebih kecil berdampingan dengan warna yang sama. Ada pula patung orang Portugis dari tembaga di atas perahu, dan kami menyaksikan ditemani cahaya matahari yang semakin angkuh hingga kepala saya mulai berdenyut karena kepanasan.

Monumen perahu ini untuk mengenang 500 tahun kapal Portugis pertama kali mendarat di Lifau Oecusse di tahun 1515, Raja Oecusse dan penduduk Oeccuse saat itu menyambut dengan suka cita kedatangan orang Portugis. Tidak dinyana orang Portugis yang awalnya disambut hangat oleh mereka ternyata memerintahkan untuk kerja paksa dan menyuruh penduduk Oecusse menyembunyikan kapal mereka agar tidak terlihat oleh Belanda. Penduduk Oecusse pun geram dan membunuh orang-orang Portugis itu. Kejadian itu selalu diperingati di Leste khususnya masyarakat Oecusse.

oecusse timor leste
Di malam harinya kamipun sempat singgah kembali ke monumen perahu bersama gadis manis Leste yang bernama Lizza. Dialah yang mengantarkan kami mengitari Oecusse dengan mobil jeepnya yang mewah, dan seorang kawannya yang lain bernama Tania Torres. Dua perempuan muda berbadan semampai yang kerap berbicara bahasa Portugis, mereka berkomunikasi dengan kami mempergunakan bahasa Indonesia. Rupanya di malam hari banyak sekali muda-mudi yang sengaja duduk-duduk bersantai di seputar monumen perahu, suasanapun bertambah ramai saat malam semakin larut.

Lepas dari Indonesia Leste dan kota-kotanya termasuk Oecusse yang memberlakukan dolar Amerika sebagai mata uangnya, walaupun demikian mata uang rupiah masih berlaku di beberapa tempat namun mereka lebih suka mempergunakan dolar Amerika ketimbang rupiah. Kami datang untuk mengisi acara peringatan hari kemerdekaan Leste. Panggung yang spektakuler dan megah lengkap dengan tatanan cahaya yang dimeriahkan oleh artis Indonesia dan manca negara, entah memakan biaya berapa besar untuk mengadakan acara seperti itu. Oecusse yang sepi seketika berubah menjadi semarak, selain itu juga ada panggung yang lebih kecil di Kota Dili walaupun tidak semeriah di Oecusse.

oecusse timur leste
Mengingat kedatangan Portugis kemudian mereka menjajah Leste, di Kota Oecusse dibangun pula Monumen Lifau Oeccuse Timor Leste yang terletak di bawah pohon besar. Dengan 5 anak tangga dari batu alam, pada trap paling atas berdiri semacam pilar bulat yang dilapisi batu alam, sedangkan di atasnya ada 5 kotak-kotak kecil dipasang dan paling atas terdapat lambang salib.

Monumen Lifau Oecusse Timor Leste menjadi salah satu tempat bersejarah di Timor Leste, seperti yang sudah dipaparkan di atas Portugis menginjakkan kaki pertama kali di Timor Leste pada tahun 1515 di Lifau Oecusse Timor Leste dan penjajahan Bangsa Portugis di Timor Leste berlanjut selama 450 tahun. Akhirnya Portugis meninggalkan Timor Leste pada tahun 1975.

oecusse timur leste
Tempat kami menginap menghadap pantai dan jalanan yang di hotmix, panas menyengat membuat saya enggan berjalan kaki lebih jauh dari penginapan. Terpasang plang hijau dengan tulisan bahasa Portugis, tulisan besar di plang tersebut " bem vindu" yang artinya adalah selamat datang.

Bahan makanan di Oecusse cukup mahal dan di saat saya datang ke Oecusse sedikit kesulitan mendapatkan barang-barang yang diinginkan. Tarap kehidupanpun terlihat sangat timpang dan hal ini dibenarkan oleh beberapa orang dari Leste dan di luar Leste ketika kami berbincang.

Kedatangan Portogis benar-benar dikenang oleh rakyat Timur Leste, terlepas mereka dijajah oleh Portugis. Menurut pendapat saya kebanyakan dari mereka merasa bangga menjadi orang Portugis, apalagi banyak sekali terjadi pernikahan di masyarakat Timur Leste dengan orang Portugis. Dan terbukti dengan adanya Monumen Lifau Timor Leste lebih dahalu dibangun dari pada monumen berbentuk perahu yang dibangun dengan tujuan sama.

Tidak menutup mata kebiasaan orang Portugispun melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Leste, termasuk bahasa Portugis yang menjadi bahasa pengantar mereka. Selain itu bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sebagai bekas wilayah Indonesia, masih banyak yang mempergunakan bahasa Indonesia. Oecusse Timut Leste sebuah petualangan baru, apalagi mengingat kapal kecil yang bergoyang dimainkan angin. Oecusse semoga berkembang pesat, dan mungkin saja saya bisa datang kembali tanpa bonus pesawat yang bergoyang. O brigado Leste, o brigado Oecusse terima kasih damai dari bumi Indonesia!

Oucusse Timur Leste

Oucusse, Timor Leste. Lokasi GPS : -9.2010338, 124.3713552, Waze

Author : . Updated :
Senang membuat catatan diri setiap perjalanan sekedar penghargaan atas apa yang dilihat dan dirasakan sebagai ritual ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.(Jatuh cinta pada lembah, gunung dan pepohonan ).

Kirim ke: Facebook, Twitter, WhatsApp, Email. Subscribe. .

Versi Mobile | Kembali ke atas