Museum Indonesia TMII Jakarta

January 02, 2020. Label:
Hanya suatu kebetulan, karena melihat sebuah tengara nama di pinggir jalan, dan tertarik, sehingga kami mampir dan masuk ke Museum Indonesia TMII Jakarta. Namun ternyata obyek wisata budaya dan pendidikan ini adalah sebuah museum dengan ratusan koleksi bernilai tinggi nan cantik indah yang berada di bagian depan kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Mungkin karena lokasi yang tersembunyi sehingga tak pernah terlewati ketika sebelumnya ke TMII. Itu karena kami selalu melipir ke tempat yang ada di pinggiran jalan. Padahal museum yang dibangun atas prakarsa Ibu Tien Soeharto ini diresmikan Presiden Soeharto pada 20 April 1980.

Kami masuk melalui gerbang candi bentar di pintu Barat, dari area parkir utama TMII, membayar karcis masuk Rp. 10.000 per orang, dan lalu berjalan sekitar 100 meter untuk sampai di pintu masuk. Pintu masuk utama berada di sisi timur Museum Indonesia TMII Jakarta, dengan jarak yang lebih dekat ke gedungnya.

museum indonesia tmii jakarta
Tampak samping Museum Indonesia TMII Jakarta. Patung naga menghiasi jembatan masuk ke ruang museum, lambang jembatan yang dibuat pasukan wanara anak buah Raja Wanara Sugriwa, saat Rama menyerbu Alengka. Dalam kisah Ramayana versi Jawa, jembatan itu bernama Situbondo atau Situbondolayu yang dirancang Hanila, kera sakti berbulu biru tua anak angkat Batara Narada, penasihat dan tangan kanan Batara Guru, raja kahyangan versi pewayangan Jawa.

Kesibukan tengah berlangsung di pelataran depan, rupanya orang tengah menata meja makan serta sistem suara untuk acara resepsi pernikahan yang akan berlangsung malam itu. Gedung Museum Indonesia seluas 7.000 m2 ini berada di atas tanah 20.100 m2, sehingga ideal untuk sebuah pesta besar.

Museum Indonesia TMII menempati gedung elok bergaya Jawa Bali berlantai tiga, dengan latar depan potongan batang-batang pohon tua yang kini sudah sangat sulit dutemukan. Patung-patung cantik yang diambil dari kisah Ramayana juga menghias bagian depan serta di sekeliling gedung museum.

museum indonesia tmii jakarta

Relief Kala berukuran besar terpasang di atas pintu masuk Museum Indonesia TMII, dengan naga menjadi penghias pilarnya. Pintu museum berhias suluran dan bebungaan yang elok. Saat itu kursi jati berukir lengkap untuk resepsi sudah terpasang, siap menjadi tempat duduk pengantin. Dengan tata lampu, berhias relief Kala, arca, dan bias cahaya kolam, akan menjadi acara pesta pernikahan agung bak raja jaman dahulu.

Di lantai satu Museum Indonesia TMII terdapat gelaran lukisan peta Indonesia dengan motif batik mega mendung Cirebonan berjudul Citra Indonesia. Lukisan Garuda di sebelah kiri melambangkan dunia atas, menonjolkan unsur udara, awan, dan cahaya, yang disebut bapak angkasa. Naga bersisik kemerahan yang kepalanya di sisi kanan menjadi perlambang dunia bawah, menonjolkan unsur air dan bumi, biasa disebut ibu pertiwi. Keduanya melambangkan perpaduan keseimbangan gerak alam yang saling bertentangan namun tak terpisahkan.

Lantai satu Museum Indonesia TMII bertema Bhinneka Tunggal Ika, dengan sajian ragam budaya, seperti pakaian pasangan pengantin dan pakaian adat, alat musik daerah, dan wayang dari seluruh suku. Di ruang kaca terdapat seperangkat gamelan komplit dengan penabuh berpakaian Jawa lengkap, sinden, dalang yang tengah menampilkan Hanoman dan Kumbakarna, serta jejeran wayang kulit, kelir, dan blencong. Ada pula pajangan wayang kulit kuno, serta beragam wayang golek dan wayang Tengul dari Bojonegoro yang tidak saja menggunakan kisah Mahabharata dan Ramayana, namun juga cerita Panji, babad asal usul daerah, kisah Majapahitan, Walisongo jaman Mataraman, atau cerita menak.

Naik ke lantai dua Museum Indonesia TMII yang bertema Manusia dan Lingkungan, terdapat diorama upacara adat dalam kehidupan tradisi, seperti ritual turun tanah pada foto di atas. Ada pula diorama ritual tujuh bulan, khitanan, potong gigi, dan penobatan datuk. Di sebuah ruang kaca, diperlihatkan benda-benda terbuat dari kayu jati dan logam yang biasa ada di ruang dalam rumah-rumah kuno di Jawa Tengah, seperti gebyok penyekat ruang, tombak pusaka, lampu tradisional, lemari kayu dan meja antik, serta manekin pria berpakaian adat Jawa yang sedang membersihkan sebilah keris.

Beragam perlengkapan masa panen dipajang di lantai dua Museum Indonesia TMII. Ada geblokan perontok gabah, cetakan gula aren, gilingan padi dan jagung, rejangan tembakau, pikulan legen, dan coker pengaduk kedele. Juga dipajang alat rumah tangga, miniatur rumah tradisional, kamar pengantin, dapur, alat berburu, alat pertanian, serta alat transportasi. Ketika saya melongok ke luar saat hendak menuju ke lantai tiga, terlihat beragam patung yang diambil dari kisah Ramayana, dengan detail ukiran yang halus dan indah.

Di lantai tiga ada sebuah Arca Ganesha elok terbuat dari perunggu yang duduk di atas deretan tengkorak kepala manusia. Berbagai benda seni lainnya yang indah dan sangat berharga disimpan di lantai tiga Museum Indonesia TMII. Tema Lantai 3 adalah Seni dan Kriya, yang selain memamerkan bermacam kerajinan dan perhiasan yang terbuat dari bahan perak, kuningan, tembaga, kayu, serta keramik, juga ada koleksi tenun ikat, songket, batik, serta berbagai mata uang kuno kertas dan uang kepeng.

Pohon Hayat atau Pohon Kehidupan diletakkan di bagian tengah lantai ini, dengan tinggi 8 m dan lebar 4 m, dibuat sepenuhnya dari tembaga. Pohon Hayat merupakan lambang alam semesta dengan unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Selain suluran, terdapat pula ukiran Garuda, naga di setiap sisi, serta ukiran Kala. Puluhan keris dengan ornamen indah juga dipamerkan di lantai ini. Ada pula diorama proses membatik secara tradisional, pameran perhiasan dari Batak Karo dan Nias, dan banyak lagi lainnya.

Naik lagi ke lantai empat Museum Indonesia TMII, terdapat Ruang Pandang ke delapan penjuru angin. Dari sana saya bisa mengambil foto air tumpah di Snowbay Watertainment TMII. Ke arah depan, saya bisa melihat Kori Agung gerbang depan museum, Teater Imax Keong Mas, dan tenda-tenda untuk pesta pernikahan.

Jam telah menunjukkan lewat pukul empat sore ketika kami meninggalkan museum, sehingga pagar di gerbang Barat telah tertutup. Petugas tidak terlihat batang lehernya, sehingga saya pun memelopori melompati pagar. Jangan ditiru :). Boleh dikatakan bahwa Museum Indonesia TMII Jakarta merupakan salah satu museum terbaik yang pernah saya kunjungi, sehingga sebaiknya tidak melewatkannya saat berkunjung ke TMII nanti.

Informasi Museum Indonesia TMII Jakarta

Alamat : Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Nomor Telp 021 840 9246. Fax. 021 840 9213. Lokasi GPS : -6.301164, 106.891404, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : Senin-Minggu 08.00-16.00. Harga tiket masuk : Masuk Museum Indonesia TMII: Rp. 10.000.

Video Museum Indonesia



Galeri Foto Museum Indonesia TMII


Lantai dua Museum Indonesia TMII bertema Manusia dan Lingkungan, diantaranya diorama upacara adat turun tanah. Ada pula diorama tentang ritual tradisi tujuh bulan, khitanan, potong gigi, dan penobatan datuk.

Museum ini menyimpan benda-benda dari kayu jati dan logam, diantaranya gebyok, tombak, lampu antik, lemari dan meja kayu jati, serta manekin pria berpakaian adat Jawa yang sedang membersihkan bilah keris.

museum indonesia tmii jakarta

Arca Ganesha dari perunggu ini duduk di atas tengkorak manusia. Lantai 3 yang bertema Seni dan Kriya memamerkan perhiasan dari perak, kuningan, tembaga, kayu, serta keramik, juga koleksi tenun ikat, songket, batik, serta mata uang kuno kertas dan uang kepeng.

museum indonesia tmii jakarta

Instalasi batang pohon terbalik yang memperlihatkan akar-akarnya adalah salah satu diantara pohon tua yang dipajang di pelataran Museum Indonesia TMII. Di sebelah kanan tampat meja pesta telah dipasang untuk acara resepsi pernikahan pada malam harinya.

museum indonesia tmii jakarta

Patung naga di jembatan menuju pintu masuk Museum Indonesia TMII. Jembatan ini melambangkan jembatan yang dibuat pasukan wanara (kera) anak buah Raja Wanara bernama Sugriwa, saat Rama hendak menyerbu Rahwana di Kerajaan Alengka.

museum indonesia tmii jakarta

Ornamen Kala ini dibuat dengan detail yang sangat indah, namun tak jelas siapa yang membuatnya. Mengingat nama besar Soeharto pada jaman itu, tentulah dibuat oleh perupa arca terbaik yang ada di negri ini. Menariknya, diantara kedua telapak tangan dan kepala Kala yang besar, ada lagi kepala Kala berukuran kecil pada posisi menyamping.

museum indonesia tmii jakarta

Di lantai satu Museum Indonesia TMII teradapat gelaran lukisan peta Indonesia dengan motif batik mega mendung berjudul Citra Indonesia. Lukisan Garuda di sebelah kiri melambangkan dunia atas, menonjolkan unsur udara, awan, dan cahaya, yang disebut bapak angkasa. Naga bersisik kemerahan yang kepalanya di sisi kanan menjadi perlambang dunia bawah, menonjolkan unsur air dan bumi, biasa disebut ibu pertiwi. Keduanya melambangkan perpaduan keseimbangan gerak alam yang saling bertentangan namun tak terpisahkan.

museum indonesia tmii jakarta

Lantai satu Museum Indonesia TMII bertema Bhinneka Tunggal Ika, dengan sajian ragam budaya bangsa, seperti pakaian pasangan pengantin dan pakaian adat, alat musik daerah, dan wayang (kulit dan golek) dari seluruh suku. Semua pakaian itu terawat baik dan disimpan di ruangan berpendingin cukup dengan penataan cahaya memadai.

museum indonesia tmii jakarta

Pakaian Pengantin dari Tapanuli Selatan. Pada pria tutup kepalanya disebut Ampu, bajunya disebut Baju Godang, dengan selipan dua buah pisau kecil yang disebut bobat di dalam kain songket. Sedangkan pada wanita penutup kepalanya disebut Bulang.

museum indonesia tmii jakarta

Pakaian pengantin dari daerah Jambi. Penutup kepala pada wanita disebut Pasangkon, baik pengantin wanita dan pria mempergunakan hiasan dada. Sulaman benang berwarna keemasan membuat pakaian pengantin ini terkesan mewah.

museum indonesia tmii jakarta

Pakaian pengantin tradisional dari Bali dan Jawa Timur. Calon pengantin yang akan menyewa Museum Indonesia untuk resepsi pernikahan bisa melihat pakaian pengantin tradisional dari seluruh Indonesia di sini, dan bisa menjadikannya sebagai inspirasi.

museum indonesia tmii jakarta

Jejeran wayang lengkap dengan kelirnya. Wayang yang ditengah kiri bentuknya aneh, mungkin punakawan, demikian juga bentuk kedua wayang yang berhadapan paling depan. Wayang Jawa atau Wayang Purwa cerita besarnya diadopsi dari kisah Mahabharata dari India, namun wayang menggambarkan pola pikir orang Jawa.

museum indonesia tmii jakarta

Jejeran Wayang Golek dan Wayang Tengul dari Bojonegoro. Wayang tenguljuga disebut wayang menak, sejenis dengan wayang golek namun bentuk dan perniknya berbeda. Ada yang menyebut bahwa Wayang Tengul bermula ketika Sunan Kalijaga memainkan wayang golek buatan masyarakat untuk merayakan selesainya pembangunan Masjid Agung Demak.

museum indonesia tmii jakarta

Di sebuah ruang kaca terdapat seperangkat gamelan komplit asli, manekin para penabuh berpakaian Jawa lengkap, dua sinden, dalang yang tengah menampilkan Hanoman dan Kumbakarna, serta jejeran wayang kulit lengkap, kelir, dan blencong.

museum indonesia tmii jakarta

Instalasi ruang dalam rumah tradisional di Jawa Tengah. Pria yang duduk itu tengah membersihkan keris. Di sekitarnya ada dakon, vas bunga dari kuningan, kepala menjangan yang diawetkan, lampu kayu, meja kayu berlapis kaca, lemari kayu jati, tombak dari bahan kayu jati, dan gebyok atau penyekat ruangan.

museum indonesia tmii jakarta

Lesung dengan relief sepasang naga bermahkota dalam posisi berhadapan dengan seikat padi di tengahnya. Pada kaki-kaki lesung juga ada relief untaian padi. Lesung ini terkesan sangat indah, dan hanya bisa dimiliki oleh bangsawan.

museum indonesia tmii jakarta

Perlengkapan tradisional untuk masa panen, diantaranya adalah Geblokan untuk merontokkan gabah atau kedele yang terbuat dari kayu, Cetakan Gula Aren yang terbuat dari tanah liat, Gilingan Jagung terbuat dari kayu, Rejangan Tembakau juga dari kayu, Pikulan Legen untuk mengangkut tuak, dan Coker dari kayu untuk membalik atau mengaduk kedele.

museum indonesia tmii jakarta

Upacara tujuh bulan pada masyarakat Jawa. Perlengkapannya meliputi kain batik untuk penutup tubuh saat siraman, Jambangan dari tanah liat untuk tempat air, Buah-buahan, Mangkon da Baki dari tanah liat untuk tempat air, Anglo untuk membakar dupa, kendi berpenutup untuk air minum, Gentong tempat air, serta kelapa muda dan golok.

museum indonesia tmii jakarta

Tengara pada dinding ketika kami baru saja mendaki undakan dan sampai di lantai tiga yang berisikan Seni dan Kriya atau kerajinan tangan. Dinding sebelahnya yang berwarna kelabu dihias relief yang indah. Di pojok kiri terdapat patung raja kera Subali.

museum indonesia tmii jakarta

Melongok ke luar saat hendak menuju ke lantai tiga Museum Indonesia TMII, terlihat beragam patung yang diambil dari kisah Ramayana, dengan detail ukiran yang halus dan indah.

museum indonesia tmii jakarta

Olyve tengah memotret bagian bawah Pohon Hayat atau Pohon Kehidupan. Pada bagian bawah itu terdapat relief Kala, dan seperti ada pintu di bawahnya. Bagian bawah pohon ini berbentuk potongan bola yang mungkin melambangkan bumi. Pohon mitos inu cukup besar dan tinggi.

museum indonesia tmii jakarta

Pohon Hayat atau Pohon Kehidupan diletakkan di bagian tengah lantai tiga Museum Indonesia TMII. Koleksi dengan tinggi 8 m dan lebar 4 m ini dibuat sepenuhnya dari tembaga. Pohon Hayat merupakan lambang alam semesta dengan unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Selain suluran, terdapat pula ukiran Burung Garuda, naga di setiap sisi dengan kepala berada di bawah, serta ukiran Kala.

museum indonesia tmii jakarta

Decyca (R.I.P) dan Olyve berada di area di lantai 3 dimana dipamerkan puluhan keris dengan ornamen indah. Keris-keris itu ada yang masih tersimpan di dalam wrangkanya, ada juga yang telanjang memperlihatkan jenis dan jumlah lekuk serta pamor yang dimilikinya.

museum indonesia tmii jakarta

Sejumlah mata uang kertas lawas koleksi Museum Indonesia di TMII dengan berbagai nominal, asal dan tahun terbit. Ada uang kertas yang diterbitkan di Jakarta, di Sumatera Selatan, uang logam yang diterbitkan di Kepulauan Riau, dan beberapa uang daerah lainnya.

museum indonesia tmii jakarta

Pohon Hayat (Tree of Life) yang berada di tengah-tengah ruangan di lantai 3 Museum Indonesia, kabarnya dikerjakan bersama oleh beberapa seniman ukir dari Asmat, Bali, Jepara, dan Toraja. Di sebelah kiri terdapat miniatur kapal Majapahit

museum indonesia tmii jakarta

Sejumlah perhiasan kalung yang indah dan anggung. Ada Kalung Marjan berwarna merah tanah dan hijau asal Kalimantan, Kalung Merjan berhias traing babi dan manik-manik biru asal Kalimantan, Kalung Koral warna merah muda dengan hiasan bunga kecil logam pipih denganlintin orang diapit naga asal Sumatera, Kalung Merjan dengan kotak jimat asal Bengkulu.

Ada pula Kawet Bajee Meu Anteng-Anteng yang dipakai sebagai hiasan dada atau hiasan kalung bermata yakut asal Aceh, Kalung Tenggalan Kecil bersusun tiga bermata yakut asal Jawa Tengah, Kalung Tangalan Besar susun tiga bermata yakut dan batu merah asal Jawa Tengah, liontin bentuk teratai dan uang kepeng berlubang di tengahnya lambang Syiwa asal Bali, Kalung Tanggalan bermata intan dan batu mirah asal Jawa, dan beberapa buah kalu elok lainnya.

museum indonesia tmii jakarta

Instalasi yang memperlihatkan proses membatik yang dilakukan dengan cara tradisional oleh seorang wanita. Kata batik berasal dari kata Jawa "tik", yang memiliki pengertian berhubungan dengan suatu pekerjaan halus, lembut, dan kecil yang mengandung unsur keindahan. Secara teknis, batik adalah sebuah cara penerapan corak di atas kain melalui proses celup rintang dengan malam sebagai bahan perintang dan melibatkan pemakaian zat pewarna alami atau buatan.

museum indonesia tmii jakarta

Sejumlah gelang yang terlihat antik dan elok. Diantaranya Gelang Poto Lola (Ponto Si Papa) asal Sulawesi Selatan, Gelang dengan bentuk hiasan cupu asal Karawang, Gelang Ulan-Ulan yang kepala dan ekornya dihiasi mata yakut asal Yogyakarta, Gelang tangan asal Kalimantan, dan Gekang Gading untuk wanita muda asal Flores, serta dua buah gelang lainnya.

museum indonesia tmii jakarta

Bura-Bura, yang terbuat dari kuningan, biasa dipakai di dahi dan leher baik oleh pria maupun wanita dalam upacara adat. Perhiasan ini bisa dijumpai di daerah Batak, Sumatera Utara.

museum indonesia tmii jakarta

Perhiasan dari Batak Karo lainnya adalah Padung-Padung yang dipakai sebagai hiasan telinga, diletakkan pada ujung-ujung ikat kepala. Padung yang kiri diletakkan agak ke belakang. Lalu ada Hiasan Kepala Wanita dari bahan logam, dan Rai yang dipakai sebagai hiasan kepala bagian belakang terbuat dari kuningan. Ada pula Gelang Karo yang terbuat dari kuningan.

museum indonesia tmii jakarta

Snowbay Watertainment TMII yang saya lihat dari Ruang Pandang di lantai empat Museum Indonesia TMII. Ruang Pandang ini memiliki pemandangan luas ke delapan penjuru angin kompleks TMII.

museum indonesia tmii jakarta

Bergeser sedikit ke arah kanan terlihat area di dalam komplek TMII dengan sebuah tiang kereta gantung di sebelah kanan. Sebuah kereta gantung tampak baru saja melewati tiang tinggi berwarna orange iitu. Tak ingat saya apakah pernah naik kereta gantung ini.

museum indonesia tmii jakarta

Bergeser ke arah sisi depan, masih di Ruang Pandang lantai empat, saya bisa mendapatkan pemandangan Kori Agung atau Gapura Paduraksa di gerbang depan Museum Indonesia TMII. Di latar belakangnya Teater Imax Keong Mas, dan di latar depan terlihat tenda-tenda untuk pesta pernikahan.

museum indonesia tmii jakarta

Orang-orang berkumpul berdempetan di bawah tong air besar yang baru saja menumpahkan isinya, sementara orang-orang menyaksikan dari pinggiran kolam. Atraksi ini memang menarik perhatian.

museum indonesia tmii jakarta

Tumpahan air yang membentuk buih putih seperti kapas sudah separuh jalan melewati papan besar yang dibuat miring. Di sebelah kanan terdapat luncuran rendah yang dumulai dari dalam perut sebuah ikan paus raksasa.

museum indonesia tmii jakarta

Ujung air tumpah sudah sampai ke bawah dan mengguyur orang-orang yang telah menunggunya sejak tadi, sementara air di atas masih belum lagi habis. Buih putih air tumpah selaras dengan tema tempat ini dengan salju putih dan penguin di sekelilingnya.

museum indonesia tmii jakarta

Pemandangan saat air sudah tumpah seluruhnya dari dalam tong raksasa di puncak menara, membuat kerumunan orang di bawahnya sepenuhnya tertutup oleh butir dan kabut air. Pemandangan ini sungguh menghibur setelah melihat koleksi Museum Indonesia.

museum indonesia tmii jakarta

Tengara peresmian renovasi Ruang Pandang Museum Indonesia Taman Mini Indonesia Indah pada 3 Mei 2012 yang disponsori oleh sebuah perusahaan otomatif. Ruang Pandang ini saya kira belum banyak diketahui oleh pengunjung TMII.

museum indonesia tmii jakarta

Kali kedua saya melihat air tumpah dari tong raksasa tampak ada dua kereta gantung yang tengah lewat di sisi kiri dan kanan. Sebuah momen yang pas buat penumpang kedua kereta gantung itu.

museum indonesia tmii jakarta

Menonton tong tumpah dari atas memang mengasyikkan. Pasti lebih mengasyikkan lagi jika berada di bawah tong dan merasakan guyuran air yang banyak dalam waktu singkat.

museum indonesia tmii jakarta

Tong pada posisi tegak lurus dengan air di dalamnya sudah tumpah semua. Dua saluran air di atasnya terus mengisi tanpa henti, sampai wahana ini ditutup dan suasana menjadi sepi. Tong pun perlu beristirahat ....

museum indonesia tmii jakarta

Info Jakarta

Nomor Telepon Penting, Hotel di Jakarta Timur, Hotel Melati di Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta Timur, Peta Wisata Jakarta, Rute Lengkap Jalur Busway TransJakarta, Tempat Wisata di Jakarta, Tempat Wisata di Jakarta Timur.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac.

Tulisan lainnya

Kembali ke atas ↑