Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung

January 16, 2019. Label:

Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung adalah sebuah restoran yang bersuasana nyaman dan sebuah galeri kayu berselera tinggi yang terletak di Jl. Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Bandung.

Seorang teman menyarankan untuk mengunjungi tempat ini, tampaknya karena Congo memiliki galeri perkayuan yang sangat mengesankan dengan koleksi kayu bermutu tinggi dari mulai yang kecil sampai yang berukuran sangat besar. Pemandangan dari tempat ini ke perbukitan disekitarnya juga sangat indah, membuatnya layak untuk dikunjungi.

Dago Pakar berada pada ketinggian sekitar 700 mdpl sehingga udaranya relatif lebih dingin ketimbang daerah pusat kota yang berjarak sekitar 6 km dari wilayah ini, dengan pemandangan bebas ke pusat Kota Bandung. Sayangnya daerah yang mestinya menjadi resapan air itu telah berubah menjadi hunian dan tempat kuliner kelas atas.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Tengara Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung yang area sekitarnya ditata dengan elok dan berkelas. Semakin langkanya pohon besar yang masih hidup lestari membuat kayu mati pun tak mengapa untuk dijadikan hiasan dan pengingat betapa fananya dunia, dan bahwa yang abadi adalah nafsu manusia.

Kunjungan kami Congo dilakukan agak terlalu pagi, sehingga restoran belum dibuka, dan pintu galeri pun masih tertutup rapat. Setelah berjalan berkeliling dan membuat beberapa jepretan, seorang pria akhirnya datang menyapa dan membuka pintu galeri serta mempersilahkan saya untuk masuk.

Sebuah mesin pemotong kayu besar yang telah dipensiunkan dipajang berdekatan dengan akar pohon besar berbentuk unik, diletakkan tepat sebelum koleksi kayu besar. Membutuhkan puluhan dan bahkan ratusan tahun untuk menumbuhbesarkan sebuah pohon, hanya perlu waktu beberapa menit untuk menumbangkannya dengan gergaji mesin, dan cukup beberapa hari atau minggu untuk memotong-motongnya.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Di bagian depan Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung ada koleksi potongan kayu trembesi tanpa sambungan. Itu adalah salah satu koleksi paling mengesankan yang saya lihat di sana, karena ukurannya yang sangat besar. Anda akan melihatnya ketika menuju ke restoran. Seorang pematung Bandung terkenal membubuhkan cap jempol tangan di atas kayu itu. Meja kayu besar semacam ini juga ada di Villa La Lita Gunung Bunder, Bogor.

Di dalam ruang pamer Galeri Congo terihat koleksi karya perkayuan yang mengesankan. Beberapa nama yang cukup dikenal telah ditempelkan pada beberapa benda yang dipajang, yang menunjukkan bahwa mereka akan segera menjadi pemilik benda-benda berharga tinggi itu. Sebuah koleksi dan investasi yang baik untuk mereka yang menyukainya.

Ada sebuah koleksi kayu yang tampak seperti sebuah badak yang tengah mendekam dipajang di galeri itu. Ada lagi sepotong kayu besar dengan bentuk tak beraturan diletakkan di dekat cafe Congo yang letaknya berseberangan dengan restoran. Selain kayu jati dan trembesi, di gallery juga banyak terdapat olahan kayu angsana (Pterocarpus indicus).

Area balkon pada restoran Congo Dago Pakar Bandung di lantai tiga memiliki pemandangan luas ke arah pusat kota Bandung dan perbukitan di sekitarnya. Area ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama Bandung utara, dengan bangku-bangku dan meja kayu trembesi utuh yang kelihatan berkelas.

Resto utamanya berada tepat di belakang balkon yang sepenuhnya berdinding kaca, sehingga meski duduk di dalam ruangan masih bisa menikmati panoranam pegunungan yang indah. Diantara menu yang bisa dinikmati di resto Congo Gallery & Cafe ini adalah T-Bone panggang (steak), Dory dan buntut bakar (grilled), gindara, ayam, dan iga panggang, dengan minuman Fruit Punch, ice green tea, dan milkshake choco. Area bermain anak juga tersedia di sana.

Di sekitarnya ada sejumlah restoran lain yang bisa menjadi pilihan jika menghendaki suasana dan menu yang berbeda. Seperti misalnya Hanoi Cafe dan Boemi Joglo Restaurant yang jaraknya hanya beberapa meter di sebelah timur, atau sebelum Congo. Ada juga The Stone Cafe yang berjarak sekitar 650 meter sebelum Congo.

Congo Gallery & Cafe Dago Pakar Bandung

Alamat : Jl. Rancakendal Luhur No.8, Dago Pakar, Ciburial, Bandung Utara. Telp: 022-2531065. Lokasi GPS : -6.8676083, 107.627829, Waze ( smartphone Android dan iOS ). Jam buka : 10.00 - 23.00.

Galeri Foto Congo Gallery & Cafe Dago Pakar

Galeri Congo dengan koleksi karya perkayuan yang mengesankan itu. Beberapa nama yang cukup dikenal telah ditempelkan pada beberapa benda yang dipajang, yang menunjukkan bahwa mereka akan segera menjadi pemilik benda-benda berharga tinggi itu. Sebuah koleksi dan investasi yang baik untuk mereka yang menyukainya.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Area balkon pada restoran Congo Dago Pakar Bandung di lantai tiga dengan pemandangan luas ke arah pusat kota Bandung dan perbukitan di sekitarnya. Area ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati panorama Bandung utara, dengan bangku-bangku dan meja kayu trembesi utuh yang kelihatan berkelas.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Lorong masuk menuju ke galeri, retoran dan cafe, dengan kayu besar di ujung sana. Aroma kayu berkelas tinggi memang sangat kental di tempat ini.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Sebuah instalasi akar pohon berukuran besar dengan lekak-lekuk unik diletakkan di debelah bersebelahan dengan mesin pemotong kayu.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Sisi lain pada potongan batang kayu sangat besar yang dijadkan meja itu pada sisi dimana tercetak cap cempol seorang perupa patung Bandung yang terkenal.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Pandang samping pada mesin pemotong atau pengolah kayu. Melihat ukuran mesinnya, tampaknya hanya kayu besar yang bisa dikerjakan dengan mesin ini.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Karet-karet penghubung dan penggerak roda dari mesin kayu ini tampak masih dalam kondisi baik. Namun tak jelas apakah mesin ini masih bisa dihidupkan atau tidak.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Masih pada mesin, karena entah sudah berapa puluh atau ratus pohon besar yang telah "dimakan" olehnya dalam waktu sekejap. Manusia mestinya membuat juga mesin yang bisa menumbuhkan pohon dengan cara cepat, sehingga tak perlu puluhan atau ratusan tahun untuk membesarkannya. Itu baru adil pada alam.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Pokok pohon yang sudah memucat karena terpapar panas dan hujan dalam waktu lama terlihat diletakkan di sebelah cafe.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Deretan meja yang masih menunggu pemiliknya atau sudah ada pemilik tinggal dikirim. Sebagian besar atau semua meja itu kini tentu sudah tidak ada lagi, berganti dengan koleksi yang baru.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Sebuah meja dari potongan kayu utuh tanpa sambungan, entah trembesi atau angsana karena warnanya yang agak kemerahan. Dibanding menggunakan sofa dan meja makan modern, meja seperti ini memang kelihatan jauh lebih berkelas untuk menghias rumah besar di kota.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Meja-meja lainnya dalam ukuran yang lebih kecil. Sudah sangat sulit untuk menemukan meja kayu jati berukuran besar yang utuh, karena mungkin hampir semuanya telah ditebang. Jika pun ada tentu harganya akan sangat mahal.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Sebuah kursi malas dari kayu utuh yang tampaknya dilengkungan dengan bantuan panas dan mesin. Kayunya mungkin Angsana atau sonokembang.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Sebuah koleksi kayu bertekstur unik yang tampak seperti seekor binatang tengah mendekam.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Kawasan di sekitar resto dan galeri Congo ini memang ditata dengan sangat baik dan terlihat asri. Resto-resto kelas atas di area Dago Pakar seperti ini baiknya ikut aktif melakukan konservasi dengan membuat bangunan ramah resapan serta menanam pepohonan dalam jumlah besar.

congo gallery cafe dago pakar bandung

Info Bandung

Rute Bandros, Hotel di Lembang, Tempat Wisata di Bandung, Peta Wisata Bandung, Hotel di Bandung, Hotel Murah di Bandung.

Penulis : Pejalan musiman yang musim-musiman jalannya, dan hari-harinya kebanyakan ditemani Mac. Follow aroengbinang !

Loading comments…

Jejak Pembaca

Baca Pula