Bekerja keras untuk Hidup

Oleh Bambang Aroengbinang. October 28, 2017
Statistik mengatakan bahwa sekitar 40 juta penduduk Indonesia sekarang hidup di bawah garis kemiskinan, atau dengan penghasilan hanya $2 per hari, dan jumlahnya akan terus meningkat jika pemerintah dan masyarakat gagal mengatasinya dengan benar.

Selalu menyedihkan bahwa negara kaya sumber daya alam tidak dapat memberi kesejahteraan bagi rakyatnya, dan sekarang banyak, jika tidak sebagian besar, sumber daya tersebut telah diambil dari perut bumi, membuat masa depan terlihat bahkan lebih suram.

Saya tidak akan menawarkan solusi ajaib untuk mengurangi jumlah orang miskin, karena tidak ada solusi mudah seperti itu. Saya hanya akan menawarkan beberapa pemikiran.

kerja keras
Mereka yang bekerja di tempat cuci mobil. Orang-orang ini mungkin tidak seburuk itu kehidupannya. Paling tidak mereka bisa mendapatkan Rp.10.000-Rp.15.000 untuk mencuci mobil, dan sekitar Rp.5.000 untuk sepeda motor. Oleh karena itu, mereka mungkin tidak berada di bawah garis kemiskinan. Meski begitu, mereka butuh dukungan.

kerja keras
Tukang tambal ban. Penghasilan harian orang semacam ini tidak menentu, yang memberi sedikit alasan bagi sebagian mereka untuk menyebarkan ranjau paku di jalanan untuk menghasilkan uang. Namun kebanyakan mereka adalah orang jujur yang bekerja keras untuk hidup dan keberadaannya sangat membantu pengendara yang sedang susah karena bannya kempes.

kerja keras
Ojeg motor, taksi motor, melayani orang dengan ongkos Rp.3.000 - Rp.20.000, tergantung jaraknya. Ada banyak dari mereka sekarang, menunggu di setiap sudut kota. Anak-anak saya adalah pelanggan reguler mereka.

kerja keras
Ada seorang wanita yang sedang menunggu pelanggan untuk menjual dua ayam jantan dan ayam betina, dengan keuntungan masing-masing sekitar Rp.2.000-Rp.5.000.

Kita hanya perlu membuka mata untuk melihat sekeliling untuk melihat betapa beruntungnya kita, dan menemukan lebih banyak cara untuk membantu orang-orang miskin warga negara kaya yang bernama Indonesia. (Terbit 20 Mei 2007)
Label : .
Lahir di Desa Mersi, Purwokerto, Jawa Tengah, sekarang tinggal di Jakarta. Pejalan musiman yang senang tempat bersejarah dan panorama elok.